Pencarian

Dua ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Tewas di Perairan Bangka Tengah, Satu Korban Sempat Lompat Menolong Rekan

Kamis, 30 Juli 2026 • 10:29:31 WIB
Dua ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Tewas di Perairan Bangka Tengah, Satu Korban Sempat Lompat Menolong Rekan
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Riky, korban kedua insiden ABK KM Kenanga Indah, di Perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Rabu (29/7/2026).

PANGKALPINANG — Dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah yang dilaporkan hilang setelah terjatuh di perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Basarnas Bangka Belitung Mikel Rachman Junika mengonfirmasi korban terakhir, Rikky (22), berhasil dievakuasi pada Rabu (29/7/2026) pukul 18.40 WIB.

“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rikky. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak sekitar 13 nautical mile (NM) dari Last Known Position (LKP),” ujar Mikel dalam keterangannya, Rabu malam.

Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, tim SAR telah lebih dulu menemukan M. Farhan (25) di lokasi sekitar 3 NM dari LKP. Farhan juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya Rikky, pencarian terhadap kedua korban resmi dihentikan. Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUD Bangka Tengah untuk proses lebih lanjut.

Berawal dari Mandi di Buritan Kapal

Insiden nahas ini bermula pada Senin (27/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Rikky mandi di bagian belakang kapal. Tiba-tiba gelombang besar datang dan membuat kapal oleng, hingga Rikky terpeleset dan jatuh ke laut.

Melihat rekannya terjatuh, Farhan tanpa berpikir panjang langsung melompat untuk memberikan pertolongan. Namun, arus laut yang sangat kencang justru menyeret keduanya hingga menghilang dari pandangan. “Karena kondisi arus laut yang sangat kencang, kedua korban justru terbawa arus dan menghilang,” jelas Mikel.

Pencarian Darurat dan Laporan ke Basarnas

ABK lainnya yang menyaksikan kejadian itu segera melakukan pencarian darurat. Mereka dibantu oleh nelayan setempat, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil hingga pukul 19.00 WIB. Pemilik kapal, Albar Gumilar, kemudian melaporkan insiden ini ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada pukul 20.19 WIB untuk meminta bantuan SAR.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat langsung dikerahkan untuk menyisir perairan Lubuk Besar. Pencarian berlangsung selama dua hari hingga kedua korban akhirnya ditemukan di titik yang terpisah. “Dengan ditemukannya Rikky, maka seluruh korban insiden nahas di Perairan Lubuk Besar ini telah dievakuasi,” pungkas Mikel.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks