SUNGAILIAT — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka mencatat kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir setiap hari sepanjang musim kemarau tahun ini. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare, tersebar di sejumlah kecamatan rawan seperti Sungailiat, Merawang, dan Pemali.
Ahmad Suherman menegaskan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Peran warga yang kerap beraktivitas di kawasan hutan menjadi kunci utama pencegahan.
Larangan Membakar Lahan hingga Buang Puntung Rokok Sembarangan
Imbauan yang disampaikan menyasar kebiasaan masyarakat yang berisiko memicu api. Ahmad Suherman meminta warga menghentikan praktik pembakaran lahan untuk perluasan perkebunan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan saat berada di dalam hutan.
"Saya minta masyarakat dengan maksimal ikut dalam pengawasan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan," kata Ahmad Suherman di Sungailiat, Selasa.
Ia menambahkan, jika menemukan titik api, warga diminta segera melapor ke pemerintah desa atau tim pemadam kebakaran setempat. Pelaporan cepat dinilai krusial untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Keterlibatan Perusahaan Air Minum dan PT Timah dalam Penanganan
Untuk mempercepat respons saat kebakaran terjadi, Satpol PP Kabupaten Bangka menyiagakan regu pemadam kebakaran selama 24 jam penuh. Namun, keterbatasan armada membuat koordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan.
Pemkab Bangka menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk membantu pemasokan air ke lokasi kebakaran. Kerja sama serupa juga dijalin dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan PT Timah yang memiliki sumber daya manusia serta sarana pemadaman memadai.
"Kami melibatkan pihak perusahaan daerah, swasta dan BUMN dalam hal ini karena perusahaan itu didukung oleh sumber daya manusia dan kelengkapan sarana yang memadai," ujarnya.
Faktor Kesengajaan Dominasi Penyebab Kebakaran
Dari penelusuran di lapangan, sebagian besar kebakaran hutan di Kabupaten Bangka tidak terjadi secara alami. Ahmad Suherman menyebut ada unsur kesengajaan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang memicu api.
Kondisi cuaca panas yang melanda wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir memperparah situasi. Rumput kering dan semak belukar mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar begitu muncul titik awal.
Kawasan hutan di Kecamatan Sungailiat, Merawang, Pemali, dan sebagian kecamatan lain masuk kategori rawan kebakaran. Masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di lahan terbuka.