BANGKA BELITUNG — KAI Logistik memastikan standar mutu, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan berjalan beriringan dalam setiap proses bisnisnya. Keberhasilan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan logistik terintegrasi.
Manager of Public Relation KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menjaga sistem manajemen yang terintegrasi.
"Resertifikasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus menjaga kualitas tata kelola perusahaan secara konsisten. Dengan memastikan standar mutu, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan berjalan selaras, kami ingin menghadirkan layanan logistik yang semakin andal sekaligus mendukung penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance di seluruh proses bisnis perusahaan," ujar Adjeng.
Tiga Standar Internasional yang Diraih Sekaligus
Sertifikat yang diterbitkan awal Juli 2026 ini mencakup tiga pilar utama pengelolaan perusahaan. Pertama, ISO 9001:2015 yang berfokus pada sistem manajemen mutu layanan. Kedua, ISO 14001:2015 untuk memastikan operasional ramah lingkungan. Ketiga, ISO 45001:2018 yang menekankan pada kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Ketiganya telah terintegrasi dalam skema Integrated Management System (IMS), sehingga tidak lagi berjalan sendiri-sendiri melainkan menjadi satu kesatuan sistem yang saling mendukung.
Audit Ketat SUCOFINDO Sejak Mei 2026
Proses resertifikasi tidak berlangsung singkat. KAI Logistik menjalani rangkaian audit Sistem Manajemen Terintegrasi yang dilaksanakan oleh PT SUCOFINDO, dimulai sejak 11 Mei 2026. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap implementasi sistem manajemen perusahaan di berbagai lini operasional.
Hasilnya, sertifikat SMI resmi diraih pada awal Juli 2026 dan berlaku untuk tiga tahun ke depan, tepatnya hingga Juli 2029.
Dampak bagi Layanan Logistik di Daerah
Dengan sertifikasi terbaru ini, KAI Logistik diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih andal bagi pelanggan di berbagai daerah, termasuk segmen industri dan komoditas di Kepulauan Bangka Belitung. Penerapan standar K3 yang ketat juga menjadi jaminan keselamatan bagi seluruh pekerja dan mitra kerja di lapangan.
Komitmen terhadap aspek lingkungan sekaligus memastikan setiap aktivitas distribusi logistik tidak memberikan dampak negatif terhadap ekosistem sekitar.