PANGKALPINANG — Temuan senjata dan narkotika di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan memicu alarm keamanan bagi dunia pendidikan di daerah. Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, secara khusus meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama pemerintah daerah, termasuk Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, mengevaluasi sistem pengawasan satuan pendidikan baik negeri maupun swasta.
Polres Metro Jakarta Selatan saat ini masih menyelidiki temuan di gudang milik yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan ratusan airsoft gun, sejumlah senapan angin, satu pucuk senjata api, serta barang bukti lainnya.
Pengembangan Kasus: Narkotika Ditemukan di Lokasi yang Sama
Dalam pengembangan penyelidikan, aparat kembali menemukan tiga airsoft gun serta dua linting yang diduga ganja dan satu paket yang diduga sabu di lokasi terkait. Barang bukti narkotika tersebut kini ditangani Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Adde menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti pada penemuan barang. "Penting untuk mengungkap siapa pemilik barang-barang tersebut, bagaimana barang itu bisa berada di lingkungan sekolah, serta apakah terdapat unsur pidana yang harus dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Evaluasi Tata Kelola Keamanan Sekolah di Daerah
Menurut Adde, kasus ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Ia mendorong kolaborasi aktif antara pihak sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk mencegah penyalahgunaan narkotika serta memperketat keamanan lingkungan sekolah.
"Apabila temuan tersebut terbukti berdasarkan proses hukum yang sedang berjalan, tentu ini merupakan persoalan yang sangat serius karena menyangkut keamanan peserta didik dan integritas lingkungan pendidikan," kata Adde.
Ia menambahkan, pendidikan bukan hanya soal proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk ancaman. Insiden di Jakarta Selatan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pengelola yayasan sekolah di Bangka Belitung untuk segera berbenah dan memperketat sistem keamanan internal mereka.