Pencarian

61 Karhutla Melanda Mentok Sepanjang 2026, Polres Bangka Barat Siagakan Ratusan Personel Gabungan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 22:15:31 WIB
61 Karhutla Melanda Mentok Sepanjang 2026, Polres Bangka Barat Siagakan Ratusan Personel Gabungan
Ratusan personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Mentok, Selasa.

MENTOK — Ratusan personel gabungan dari Polres Bangka Barat, TNI AD, TNI AL, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan menggelar apel kesiapsiagaan di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Selasa. Apel ini menjadi respons atas tingginya angka kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah itu sepanjang tahun ini.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. "Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan ajang latihan, evaluasi dan koordinasi lintas sektor agar saat terjadi bencana semua unsur dapat bergerak cepat, tepat dan terorganisasi," ujarnya di Mentok.

Data Karhutla di Mentok: Juli Jadi Bulan Terparah

Berdasarkan catatan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Barat, sepanjang 2026 telah terjadi 61 kejadian karhutla di Kecamatan Mentok. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangka Barat, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini hanya mampu menangani kejadian di wilayah tersebut karena berbagai keterbatasan.

"Selama ini kita hanya menangani kejadian yang ada di Kecamatan Mentok karena berbagai keterbatasan yang ada," kata Zulkarnain.

Data menunjukkan tren peningkatan signifikan pada pertengahan tahun. Pada Juli, tercatat 22 lokasi terbakar dengan luas mencapai 15 hektare, menjadikannya bulan dengan kejadian terbanyak. Berikut rincian kejadian sepanjang 2026:

  • Januari: 5 kasus, luas 6 hektare
  • Februari: 7 lokasi, luas 5,75 hektare
  • Maret: 10 lokasi, luas 8,3 hektare
  • April: 5 lokasi, luas 6,5 hektare
  • Mei: 2 lokasi, luas 2,5 hektare
  • Juni: 4 lokasi, luas 3,3 hektare
  • Juli: 22 lokasi, luas 15 hektare
  • Agustus: 6 kasus, luas 9,5 hektare

Mitigasi Bencana Dinilai Lebih Penting daripada Respons Darurat

AKBP Helen Simanjuntak menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh hanya dilakukan saat kondisi darurat. Menurutnya, upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dan menjadi budaya.

"Jangan hanya tanggap darurat saat bencana terjadi, tetapi kita juga harus membudayakan kesadaran dan edukasi mitigasi bencana di tengah masyarakat," tegasnya.

Kabupaten Bangka Barat sendiri memiliki tingkat risiko bencana yang tergolong tinggi. Sinergisitas antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, masyarakat, media massa, dan unsur pendidikan dinilai krusial dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana ke depan.

"Ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan memperkuat koordinasi antar-lembaga dalam menghadapi potensi karhutla, cuaca ekstrem dan kekeringan di wilayah Kabupaten Bangka Barat," pungkas Kapolres.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks