PANGKALPINANG — Sejarawan dan budayawan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dato' Akhmad Elvian, DPMP, CECH, mempertanyakan logo dan tema Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang. Menurutnya, identitas visual yang dipakai pada peringatan tahun ini tidak menampilkan kearifan lokal budaya Pangkalpinang.
Elvian menilai logo berbasis kecerdasan buatan (AI) itu tidak pernah dijelaskan latar belakang dan maknanya kepada publik. Baik Wali Kota maupun Pimpinan DPRD, menurut dia, tidak menyinggung penjelasan logo dan tema dalam sambutan resmi mereka.
Logo dan Tema Tidak Dijelaskan dalam Sambutan Resmi
Dalam pandangan Elvian, penjelasan atas logo dan tema semestinya menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi. Tanpa penjelasan itu, warga kehilangan konteks atas identitas yang dipakai pada momen bersejarah kota.
Ia membandingkan dengan praktik di sejumlah daerah yang membuka sayembara logo agar masyarakat ikut terlibat. Cara itu, menurut dia, menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas yang dihasilkan.
"Kalau di beberapa daerah, hampir semua disayembarakan supaya ada partisipasi masyarakat dan rasa memiliki. Jangan sampai ketika diuji ke publik, tidak ada satupun yang bertanggung jawab terhadap apa logo itu," tegas Elvian.
Sejarah Panjang Pangkalpinang dan Risiko Kehilangan Identitas
Pangkalpinang menginjak usia ke-269 tahun pada peringatan tahun ini. Rentang waktu itu menjadikan kota ini salah satu yang memiliki jejak sejarah panjang di Bangka Belitung.
Elvian menilai usia yang hampir tiga abad semestinya diisi dengan refleksi identitas, bukan sekadar rangkaian acara. Kearifan lokal budaya Pangkalpinang, menurut dia, punya cukup bahan untuk diangkat ke dalam simbol perayaan.
Penggunaan AI untuk membuat logo menimbulkan pertanyaan tersendiri. Teknologi itu memang mempermudah produksi visual, tetapi tidak otomatis memahami konteks budaya setempat.
Dorong Partisipasi Warga dalam Penentuan Identitas Daerah
Elvian mendorong agar penentuan logo dan tema peringatan hari jadi melibatkan masyarakat luas. Sayembara dinilai sebagai jalan agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan ketika diuji publik.
Ia juga menyoroti absennya penjelasan resmi dari pemerintah kota dan DPRD soal makna logo. Menurut dia, keduanya semestinya menjadi pihak yang pertama menjelaskan identitas yang dipakai pada perayaan kota.
Kritik ini muncul di tengah peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang. Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang maupun DPRD Kota Pangkalpinang atas sorotan tersebut.