KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Tim kreator Haojiahuo menggarap cerita-cerita di buku pelajaran bahasa Mandarin menjadi serial drama pendek yang kini menembus lebih dari 130 juta penayangan. Proyek terbesar mereka, 1937 Nanjing, menelan biaya produksi 1 juta yuan atau sekitar Rp2,6 miliar dengan persiapan hampir satu tahun. Sejumlah guru bahkan memakai serial ini sebagai bahan ajar di kelas.
Perjalanan Haojiahuo tidak selalu mulus. Pada 2024, tim yang hanya beranggotakan empat orang ini memproduksi adaptasi cerita Kong Yiji dengan peralatan seadanya.
Mereka meminjam satu unit pencahayaan dan mengandalkan warga desa sekitar sebagai pemeran figuran. Hasilnya menuai kritik soal kualitas akting dan sinematografi.
Anggaran awal 20 ribu yuan habis tak bersisa. Tim pun sempat berada di ambang pembubaran.
Kisah Monument dan Murid yang Menangis
Titik balik datang dari laporan seorang guru bahasa Mandarin. Salah satu muridnya yang dikenal malas belajar mendadak menangis usai menonton adaptasi Monument, kisah perjuangan Barisan Merah dalam peristiwa Long March.
"Saat itu lah saya menyadari bahwa kami tidak sekadar membuat video dari cerita buku pelajaran. Kami sedang melakukan sesuatu yang jauh lebih bermakna," kata Zhang, perwakilan tim Haojiahuo.
Sejak itu, tim mulai serius mendalami teknik sinematografi, seni peran, dan riset sumber sejarah. Mereka tak lagi sekadar memindahkan teks buku ke layar.
A Letter to My Wife dan Konteks Sejarah yang Ditambahkan
Dalam mengadaptasi A Letter to My Wife, surat perpisahan tokoh revolusioner Lin Juemin kepada istrinya pada 1911, tim tidak berhenti pada kisah cinta.
Mereka menambahkan latar gejolak Politik Pemberontakan Guangzhou hingga adegan interogasi yang tak tertulis di buku teks. Tujuannya memberi pemahaman utuh kepada generasi muda.
Namun, mempertahankan kualitas produksi tinggi bukan perkara mudah. Biaya rata-rata 100 ribu yuan per episode membuat tekanan finansial memuncak.
Pada akhir 2025, tim terpaksa menyetop saluran mereka selama dua bulan. Mereka sempat tergoda beralih ke drama modern yang lebih murah dan cepat menghasilkan uang.
Dukungan Guru dan Orang Tua
Niat itu batal setelah pesan dari anak-anak, guru, dan orang tua terus mengalir. Mereka menanyakan kapan Haojiahuo kembali berkarya.
Setelah aktif lagi di awal tahun ini, serial 1937 Nanjing langsung disukai lebih dari satu juta pengguna. Sejumlah guru mengadopsinya sebagai bahan ajar di kelas.
Proyek itu sendiri menghabiskan masa persiapan hampir satu tahun dengan