KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Michael Carrick tetap memimpin Manchester United untuk laga melawan Chelsea akhir pekan ini, meski rentetan hasil buruk membuat posisinya di ujung tanduk. Direktur sepak bola Jason Wilcox memilih mempertahankannya, tetapi kekalahan lagi di Stamford Bridge bisa langsung mengubah segalanya.
Keputusan mempertahankan Carrick diambil Wilcox bersama CEO Omar Berrada. Langkah tersebut terbilang mengejutkan mengingat catatan United belakangan ini. Carrick baru mengantar dua kemenangan dalam 12 pertandingan dan tersingkir dari Piala Carabao oleh Brighton.
Posisi United di klasemen Liga Premier kian terpuruk. Setan Merah kini menghuni peringkat ke-16, hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
Kekalahan Beruntun dari Bournemouth dan Como
Tekanan terhadap Carrick memuncak setelah dua kekalahan memalukan. Di Liga Premier, United dihancurkan Bournemouth 0-3 di Old Trafford. Tiga hari sebelumnya, mereka juga takluk 1-4 dari Como di Liga Champions.
Dua hasil itu memperlihatkan rapuhnya pertahanan sekaligus tumpulnya lini serang United. Carrick, 45 tahun, kini mendapat kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan.
Stamford Bridge Jadi Ujian Penentu
Laga di markas Chelsea menjadi momen krusial. Belum jelas apakah Carrick masih bisa bertahan bila United kembali tampil buruk dan kehilangan poin di London.
Jadwal berat menyusul setelahnya. United menjamu Roma di Liga Champions tiga hari berselang, lalu menghadapi Aston Villa di Liga Premier pada Sabtu berikutnya.
Wilcox Siapkan Eddie Howe sebagai Pengganti
Penundaan pemecatan juga bisa dibaca sebagai langkah Wilcox menyiapkan pengganti. Nama Eddie Howe menjadi kandidat utama bila United memutuskan mencopot Carrick.
Howe dikabarkan tertarik menangani United. Namun, United harus membayar kompensasi sekitar £3 juta kepada Newcastle United jika ingin merekrutnya. Saat Howe meninggalkan Newcastle pada Juli, ada kesepakatan soal sisa kontrak yang membuat klub berhak atas kompensasi.
United juga perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk staf Howe, yang dipimpin asistennya, Jason Tindall.
Sementara itu, direktur rekrutmen Christopher Vivell mendorong nama Julian Nagelsmann. Mantan pelatih Jerman dan Bayern Munich itu masuk dalam pertimbangan internal klub.
Apa Artinya bagi Carrick
Keputusan Wilcox memberi Carrick ruang bernapas, tetapi tidak menghapus ancaman. Hasil di Stamford Bridge akan menentukan apakah kesempatan ini berubah menjadi titik balik atau justru akhir dari masa jabatannya.