Pencarian

Piala Asia 2027 hingga Mimpi Piala Dunia 2030, Ambisi Timnas Indonesia Diuji

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 20:09:01 WIB
Piala Asia 2027 hingga Mimpi Piala Dunia 2030, Ambisi Timnas Indonesia Diuji
Timnas Indonesia menyiapkan langkah ganda menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Timnas Indonesia menyiapkan langkah ganda di pentas internasional: tampil untuk kedua kalinya secara beruntun di Piala Asia 2027 Arab Saudi, sekaligus memburu tiket putaran final Piala Dunia 2030. Legenda Thailand Teeratep Winothai menilai peluang Skuad Garuda kali ini lebih besar ketimbang negara-negara Asia Tenggara lain.

Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi panggung pembuktian kedua bagi Indonesia setelah sejarah tampil di Piala Asia 2023 Qatar. Tiga stadion di negeri itu akan menjadi medan laga fase grup, dan infrastruktur sepak bola Arab Saudi yang sudah mumpuni membuat persiapan tuan rumah tak perlu membangun banyak arena baru.

Hanya Satu Stadion Dibangun dari Nol: Aramco Stadium

Arab Saudi hanya membangun satu stadion baru untuk Piala Asia 2027, yakni Aramco Stadium, sementara venue lain menjalani renovasi yang tidak terlalu masif. Arena tersebut disiapkan untuk dua agenda besar sekaligus: Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2034.

Bagi Indonesia, kepastian venue fase grup memberi gambaran awal soal kondisi lapangan dan iklim yang akan dihadapi skuad asuhan pelatih saat ini. Pengalaman bermain di Qatar pada 2023 menjadi modal berharga untuk beradaptasi lebih cepat.

Teeratep Winothai: Indonesia Punya Peluang Lebih Besar ke Piala Dunia 2030

Penilaian datang dari legenda sepak bola Thailand, Teeratep Winothai. Ia menilai Indonesia punya kans lebih besar menembus putaran final Piala Dunia 2030 dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lain, termasuk Thailand.

"Indonesia mungkin memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke Piala Dunia 2030," ujar Teeratep dalam wawancara eksklusif.

Dasar penilaian itu bukan tanpa jejak. Indonesia sudah melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum akhirnya gagal ke putaran final. Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memperkuat optimisme bahwa jarak Indonesia dengan level tertinggi dunia kian tipis.

Teeratep juga menyoroti Vietnam sebagai pesaing regional yang patut diperhitungkan, sementara Thailand dinilainya masih terlalu jauh untuk bersaing. Fenomena naturalisasi pemain disebutnya sebagai salah satu strategi yang kini banyak dipakai negara Asia Tenggara untuk menaikkan daya saing tim nasional.

Jalan U-15 Belum Mulus: Finis di Posisi ke-72

Di level usia muda, perjalanan meraih piala masih berliku. Timnas Indonesia U-15 harus mengakui keunggulan Benin dengan skor 0-1 pada laga Tier C Piala Dunia U-15 2026 di Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan.

Garuda Asia sempat menang adu penalti atas Moldova dan mengalahkan Panama. Namun langkah mereka terhenti setelah tumbang 1-6 dari Luksemburg di perempatfinal, lalu kembali kalah 1-4 dari Prancis di semifinal penentuan posisi ke-67. Hasil itu menempatkan Indonesia finis di posisi ke-72 klasemen akhir.

Kisah Pengorbanan Emiliano Martinez di Piala Dunia 2026

Dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, kiper Emiliano Martinez mengungkap kondisi jarinya yang cacat permanen. Cedera itu berasal dari patah tulang saat membela Aston Villa di final Liga Europa 2025/2026.

Rasa sakit menemaninya sepanjang turnamen. Martinez bahkan sempat menangis melihat hasil rontgen dan khawatir peluang tampil di ajang terbesar dunia itu terancam. Dukungan pelatih Lionel Scaloni serta sarung tangan khusus dari Adidas membuatnya tetap bisa bermain.

"Ini akan tetap seperti ini seumur hidup saya," ujarnya.

Bisnis Tiket: Proyeksi Rp90 Triliun dan Protes Suporter

Di balik gemerlap turnamen, sisi bisnis ikut disorot. Proyeksi The Times menyebut penjualan tiket Piala Dunia 2026 berpotensi mencapai sekitar Rp90 triliun, naik drastis dibanding Piala Dunia 2022 yang hanya 3,3 miliar dolar AS.

Kenaikan itu sejalan dengan bertambahnya peserta dan jumlah pertandingan menjadi 104 laga, termasuk babak 32 besar. Harga tiket yang mahal dan sistem dinamis sempat menuai protes suporter, terutama dari Inggris. Presiden FIFA Gianni Infantino berargumen pendapatan tersebut diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di 211 asosiasi anggota.

Yang Dipertaruhkan Indonesia di Antara Dua Piala

Piala Asia 2027 adalah panggung pembuktian bahwa penampilan di Qatar bukan kebetulan. Sementara Piala Dunia 2030 menjadi target yang kini terasa lebih dekat, ditopang komposisi pemain yang semakin kompetitif dan strategi naturalisasi yang berjalan.

Dua agenda itu menuntut persiapan berlapis: kualitas skuad senior, pembinaan usia muda yang masih perlu dibenahi setelah hasil U-15 di Azerbaijan, serta kemampuan membaca tekanan turnamen besar. Bagi Indonesia, piala bukan sekadar trofi, melainkan ukuran seberapa jauh langkah Garuda sudah meninggalkan titik awal.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Posisi ber?
pa Timnas Indonesia U-15 di klasemen akhir Piala Dunia U-15 2026? A: Timnas Indonesia U-15 finis di posisi ke-72 klasemen akhir setelah kalah 1-4 dari Prancis di semifinal penentuan posisi ke-67.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inforiau.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks