PANGKALPINANG — Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Bangka Belitung segera mengoperasikan pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang dikhususkan bagi para pelaku usaha kecil. Fasilitas ini berlokasi di Jalan Kurma, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.
Kehadiran pangkalan ini menjadi jawaban atas kendala distribusi gas subsidi yang selama ini sering dikeluhkan pedagang kecil di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Pihak APKLI memastikan pangkalan ini akan memprioritaskan anggotanya guna menjamin ketersediaan stok untuk keperluan produksi harian.
Ketua APKLI Kota Pangkalpinang, Abang Ruli, menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran gas di pangkalan tersebut akan merujuk pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar penggunaan gas subsidi tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar menjalankan usaha mikro.
“Karena ini pangkalan khusus untuk PKL dan UMKM, tentu fokus utamanya melayani kebutuhan anggota PKL. Sesuai Surat Edaran Gubernur, PKL mendapatkan kuota hingga sembilan tabung gas 3 kilogram per bulan,” jelas Abang Ruli saat ditemui di Sekretariat APKLI, Jumat (8/5/2026).
Selain menyediakan tabung melon, pangkalan ini juga melayani kebutuhan gas non-subsidi bagi pelaku usaha yang memerlukan volume lebih besar. Pengurus APKLI membuka ruang bagi pedagang yang membutuhkan kombinasi penggunaan gas 3 kilogram maupun tabung 12 kilogram dengan langsung menghubungi pihak pengelola di lokasi.
Ketua APKLI Bangka Belitung, Mangimpal Lumbantoruan, menyebutkan bahwa peresmian pangkalan ini merupakan buah dari perjuangan kolektif para pengurus dan anggota asosiasi. Menurutnya, akses terhadap energi murah adalah salah satu pilar penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan.
“Puji syukur, dalam waktu dekat pangkalan gas elpiji 3 kilogram khusus untuk Pedagang Kaki Lima dan pelaku UMKM akan segera kita launching,” ujar pria yang akrab disapa Bang Mangimpal tersebut.
Ia menekankan bahwa pangkalan ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan simbol konsistensi asosiasi dalam mengawal kebutuhan dasar anggotanya di lapangan. Selama ini, PKL seringkali harus bersaing dengan konsumen rumah tangga umum untuk mendapatkan jatah gas di pangkalan reguler.
“Ini merupakan bentuk perjuangan bersama. Berkat dukungan para PKL serta pengurus APKLI yang terus konsisten memperjuangkan kebutuhan pelaku usaha kecil, akhirnya pangkalan khusus ini bisa segera terealisasi,” tutupnya.