PANGKAL PINANG — Peringatan dini cuaca ini disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG, Adelia F. Dalam keterangan resminya, ia menyebut bahwa potensi hujan deras tidak hanya terjadi di Babel, melainkan juga di sejumlah provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
"Untuk bagian barat Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Padang, Tanjung Pinang, Banjarmasin, dan Tanjung Selor," ujar Adelia.
Meski peringatan hujan lebat berlaku untuk provinsi, kondisi di ibu kota Pangkal Pinang justru diprediksi sedikit lebih ringan. BMKG memperkirakan wilayah ini hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sejumlah kota besar di Sumatera lainnya, seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung. Sementara itu, potensi udara kabur diperkirakan menyelimuti Serang dan Samarinda.
Berbeda dengan barat, kawasan timur Indonesia juga tak luput dari potensi cuaca buruk. BMKG meminta warga di Mamuju dan Kendari untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi mengganggu aktivitas.
Untuk kota lainnya seperti Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Makassar, Ambon, hingga Jayapura, cuaca diprediksi lebih bersahabat dengan potensi hujan ringan. Sementara Denpasar, Mataram, Manokwari, dan Kupang diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
Masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat yang terus-menerus dalam durasi lama berpotensi memicu genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang.
BMKG juga mengingatkan para nelayan dan pelaku transportasi laut untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda memburuk. Keselamatan menjadi prioritas utama di tengah tingginya dinamika atmosfer yang masih berlangsung.