PANGKALPINANG — Ratusan formasi CPNS 2026 mulai diajukan pemerintah daerah di Bangka Belitung ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Proses pengajuan ini merupakan tahap awal sebelum jadwal seleksi resmi yang diperkirakan dibuka pada Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD), total usulan sementara mencapai 500 formasi. Rinciannya, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan pengajuan terbanyak, yakni 150 formasi. Disusul Kabupaten Bangka Barat 110 formasi, Kabupaten Bangka Tengah 90 formasi, Kota Pangkalpinang 80 formasi, dan Kabupaten Bangka Selatan 70 formasi.
Di Kabupaten Bangka Tengah, Bupati Algafry Rahman menyebutkan bahwa 50 persen dari 90 formasi yang diajukan dialokasikan untuk tenaga pendidik. "Formasi yang banyak itu guru. Jadi kalian yang berpendidikan guru berkesempatan lebih besar," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Hal serupa terjadi di Kabupaten Bangka Barat. Plt. Kepala BKPSDM Bangka Barat, Heru Warsito, mengungkapkan pihaknya mengajukan 110 formasi dengan prioritas utama pada tenaga pendidik. "Kita mengajukan 110 formasi yang paling banyak tenaga pendidik kemudian tenaga kesehatan dan teknis," kata Heru. Ia menambahkan, jumlah tersebut belum cukup menutupi kekurangan guru akibat pensiun massal.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Fahrizal, menyebut kebutuhan terbesar di wilayahnya juga berada di sektor pendidikan, disusul tenaga teknis dan kesehatan. "Tenaga yang paling banyak dibutuhkan adalah guru," tegasnya.
Direktur Perencanaan Kebutuhan ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), Moh Ridwan, memberikan sinyal bahwa pembukaan seleksi CPNS 2026 kemungkinan besar dimulai pada Juni 2026. "Ya, sekitar bulan Juni," katanya dalam tayangan live BKN Menyapa Seri 26, Kamis (16/4/2026).
Meski begitu, ia menegaskan jadwal tersebut masih bersifat tentatif. Saat ini pemerintah pusat masih melakukan verifikasi dan validasi kebutuhan ASN dari berbagai instansi sebelum formasi resmi diumumkan.
Kepala BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Fahrizal, menjelaskan bahwa pengadaan CPNS tahun ini menerapkan prinsip zero growth. Artinya, jumlah formasi yang diajukan didasarkan pada angka pensiun dan kemampuan keuangan daerah, bukan penambahan pegawai baru secara signifikan.
"Jumlah yang diajukan 80 formasi, tapi yang disetujui belum tahu," ujar Fahrizal, menekankan bahwa keputusan final tetap berada di tangan KemenPANRB. Pemerintah daerah kini hanya bisa menunggu hasil evaluasi dari pusat yang akan menentukan berapa banyak formasi yang akhirnya disetujui untuk seleksi CPNS 2026 di Bangka Belitung.