PANGKALPINANG — Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba menjadi ancaman utama bagi keselamatan nelayan di Kepulauan Bangka Belitung. Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Budi Utama, menyatakan bahwa potensi kecelakaan di laut saat ini sangat tinggi, merujuk pada insiden tenggelamnya kapal nelayan di Bangka beberapa waktu lalu akibat diterjang angin kencang.
"Selama fenomena El Nino ini diharapkan nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan kapal di laut," kata Budi Utama di Pangkalpinang, Minggu.
Menurut Budi, karakter cuaca ekstrem yang dipicu El Nino di wilayah Babel sangat sulit diprediksi. Kondisi laut yang tampak tenang bisa berubah drastis dalam waktu singkat menjadi hujan lebat disertai angin kencang yang memicu gelombang tinggi.
"Perubahan cuaca yang cepat ini harus diwaspadai para nelayan. Di saat kondisi cuaca tenang tiba-tiba saja hujan lebat disertai angin kencang yang memicu gelombang laut meningkat," jelasnya.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada pengunjung objek wisata pantai selama liburan akhir pekan. BPBD Babel bersama pengelola wisata terus menyosialisasikan agar pengunjung tidak berenang jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk.
"Kita bersama pengelola objek wisata pantai ini terus menyosialisasikan dan mengimbau para pengunjung tidak berenang di pantai jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk, karena dapat membahayakan keselamatannya," ujar Budi Utama.
Kapal nelayan tradisional disebut sebagai pihak yang paling rentan mengalami kecelakaan saat cuaca buruk. BPBD mengingatkan bahwa keselamatan jiwa jauh lebih berharga dibandingkan hasil tangkapan ikan dalam kondisi laut yang tidak bersahabat.
Fenomena El Nino yang masih berlangsung diperkirakan akan terus mempengaruhi pola cuaca di perairan Bangka Belitung hingga awal Juni 2026. Masyarakat pesisir diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum memutuskan beraktivitas di laut.