KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Balapan Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu menjadi titik balik bagi Hakim Danish. Start dari posisi ke-10, ia finis di urutan ketujuh, unggul satu posisi dari Veda Ega yang start dari posisi ke-20. Ini adalah finis terdepan Hakim Danish musim ini, melampaui catatan terbaik sebelumnya di Brasil dan Prancis yang hanya finis ke-10.
Hakim Danish mengaku nyaris naik podium andai tidak melakukan kesalahan di lap terakhir. "Saya melakukan pengereman berlebihan di tikungan 10," ujarnya dikutip dari Metro. Meski begitu, ia menyebut pengalaman bertarung di kelompok depan sangat berharga.
"Saya belajar banyak hal baru, terutama bagaimana mereka mengendalikan balapan. Mulai sekarang, saya perlu lebih agresif saat menyalip atau mempertahankan kecepatan," kata pembalap asal Terengganu itu.
Kegagalan di Catalunya justru memicu ambisi Hakim Danish untuk musim 2026. "Saya tidak akan berhenti mencoba untuk mencapai podium suatu hari nanti," tegasnya. Ia berencana membawa pengalaman ini ke Moto3 Italia yang berlangsung dua pekan mendatang.
Kemenangan atas Veda Ega di Catalunya menjadi modal psikologis penting. Sebelumnya, Veda Ega selalu unggul dalam setiap seri. Kini Hakim Danish membuktikan dirinya mampu bersaing dengan pembalap terdepan, termasuk rivalnya dari Indonesia itu.
Dengan performa yang meningkat tajam, Hakim Danish kini menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di Moto3 2026. Jika mampu menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan, target podium perdananya bukan lagi sekadar mimpi.