BANGKA BELITUNG — Niall Horan, mantan anggota grup vokal One Direction, membuka kembali memorinya tentang Liam Payne yang meninggal pada 16 Oktober 2024 lalu. Dalam wawancara dengan The Times U.K., Horan menyebut persahabatan mereka adalah ikatan abadi meski sudah lama tidak bertemu.
"Sungguh mengejutkan bahwa suatu hari, seperti membalik saklar, dia telah tiada," kata Horan, sebagaimana dikutip The Hollywood Reporter pada Sabtu (30/5).
Horan mengaku bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama Payne di Argentina beberapa pekan sebelum kepergiannya. Payne meninggal setelah jatuh dari lantai tiga kamar hotel di Buenos Aires.
"Ketika saya memikirkan kepergian Liam, ada kesedihan, tetapi itu juga membuat saya tertawa dan menyeringai karena kenangan yang kami miliki," ujarnya. "Saya akan pergi ke suatu tempat dan memikirkan sesuatu yang konyol di hotel atau sesuatu yang acak yang membuat saya tertawa."
Horan saat ini tengah mempersiapkan album studio keempat bertajuk Dinner Party. Album tersebut memuat lagu "End of an Era" yang secara khusus didedikasikan untuk Liam Payne.
Menurut Horan, lagu itu adalah tipe yang disukai Payne. "Dia menyukai Coldplay, dia menyukai lagu-lagu seperti 'You & I' oleh One Direction, lagu-lagu yang memiliki makna," katanya.
One Direction dibentuk dalam ajang The X Factor Inggris pada 2010. Grup yang beranggotakan Payne, Horan, Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Zayn Malik itu meraih ketenaran internasional segera setelah debut.
Zayn Malik mengumumkan keluar dari grup pada Maret 2015. One Direction kemudian bertahan dengan empat anggota hingga awal 2016, sebelum memutuskan hiatus tanpa batas waktu. Payne dan Horan sempat berbagi panggung di Argentina beberapa waktu sebelum tragedi itu terjadi.