SUNGAILIAT — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Kabupaten Bangka berlangsung khidmat. Bupati Bangka H. Fery Insani bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Bupati Syahbudin, unsur Forkopimda, serta jajaran aparatur sipil negara, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Bupati Fery Insani membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Bangka, untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi menerapkannya sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam keseharian. “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ungkapnya dalam amanat tersebut.
Pesan ini menjadi relevan bagi warga Bangka yang hidup dalam masyarakat majemuk. Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama menjaga persatuan di tingkat kabupaten.
Upacara yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Bangka ini dihadiri oleh Plh Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, serta para kepala perangkat daerah. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa Pancasila bukan milik satu golongan, melainkan fondasi bersama bagi seluruh aparatur dan masyarakat.
Dalam amanat yang sama, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Bangka melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap semangat Pancasila terus hidup dalam setiap kebijakan dan interaksi sosial warga.
Bupati secara khusus menyapa generasi muda yang hadir. Ia mendorong mereka untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keberagaman dan menolak segala bentuk perpecahan. “Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Peringatan ini menjadi titik awal pengingat bahwa setiap program pembangunan dan kebijakan publik di Kabupaten Bangka harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Tidak ada jadwal khusus yang disebutkan, namun Bupati menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari sekarang, dari hal-hal kecil dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep living ideology yang disampaikan dalam upacara berarti Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam tindakan nyata. Mulai dari gotong royong, toleransi antarumat beragama, hingga musyawarah dalam mengambil keputusan di tingkat RT/RW. Bagi warga Bangka, ini adalah pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.