PANGKALPINANG — Pelindo Pangkalbalam tidak hanya menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai seremoni tahunan. General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam, Achmad Yoga Suryadarma, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan operasional sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.
“Hari Lahir Pancasila ini momen kita untuk lebih meningkatkan semangat melayani dengan sepenuh hati kepada masyarakat,” kata Achmad Yoga usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Pangkalpinang, Senin.
Menurut Achmad Yoga, penerapan Pancasila tidak hanya bersifat simbolis. Setiap sila, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial, harus menyatu dalam setiap proses pelayanan di Pelabuhan Pangkalbalam. Ini mencakup interaksi dengan pengguna jasa, tata kelola operasional, hingga pengambilan keputusan internal.
“Nilai-nilai Pancasila ini harus menyatu di dalam setiap jiwa dan diri insan Pelindo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.
Pelabuhan Pangkalbalam memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perekonomian masyarakat di Pulau Bangka. Dengan mengadopsi Pancasila sebagai budaya kerja, Pelindo berharap dapat memperkuat kepercayaan pengguna jasa dan memperlancar arus logistik serta mobilitas barang dan orang.
Achmad Yoga menambahkan, tema Hari Lahir Pancasila 2026 yang diusung BPIP, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi pengingat bahwa semangat persatuan harus tercermin dalam pelayanan publik. “Mari kita menggelorakan semangat melayani berlandaskan Pancasila untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa Pelabuhan Pangkalbalam ini,” ajaknya.
Dengan fondasi budaya kerja yang baru ini, pengguna jasa pelabuhan diharapkan merasakan peningkatan kualitas pelayanan, seperti kecepatan proses bongkar muat, transparansi biaya, serta sikap ramah dan profesional dari seluruh insan Pelindo. Pelindo Pangkalbalam menargetkan tidak ada lagi keluhan terkait birokrasi yang berbelit atau pelayanan yang tidak responsif.
Para pengguna jasa pelabuhan, mulai dari eksportir timah, nelayan, pedagang antar pulau, hingga penumpang kapal feri, menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari penerapan budaya kerja ini. Pelayanan yang lebih baik diharapkan dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai budaya kerja sudah mulai digaungkan sejak peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 pada Senin lalu. Pelindo Pangkalbalam menyatakan komitmen ini bersifat berkelanjutan dan akan terus dievaluasi untuk memastikan setiap insan Pelindo benar-benar menjiwai dan meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.