Pencarian

Wabup Belitung Syamsir Peringatkan Pergeseran Nilai Pancasila, Minta Masyarakat Kembali ke Gotong Royong

Senin, 01 Juni 2026 • 13:13:01 WIB
Wabup Belitung Syamsir Peringatkan Pergeseran Nilai Pancasila, Minta Masyarakat Kembali ke Gotong Royong
Wakil Bupati Belitung Syamsir memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Tanjungpandan.

TANJUNGPANDAN — Wakil Bupati Belitung Syamsir menyampaikan kekhawatirannya terhadap dinamika sosial yang mulai menggerus nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Belitung, Senin (1/6/2026).

Peringatan dari Wabup: Ada Pergeseran Nilai yang Mengancam Keutuhan

Syamsir tidak menyebut secara spesifik bentuk pergeseran yang dimaksud. Namun, ia menekankan bahwa tren primordialisme, memudarnya gotong royong, dan polarisasi politik yang semakin tajam di tingkat nasional maupun lokal perlu diwaspadai.

“Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni adalah momentum untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya di hadapan aparatur sipil negara dan undangan yang hadir.

Menurutnya, dinamika sosial-politik di Kepulauan Bangka Belitung juga menunjukkan tantangan dalam mempertahankan kohesi sosial. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk kembali mendalami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan 'Keroyokan' demi Pembangunan Daerah

Dalam pidatonya, Syamsir mengajak semua komponen masyarakat meningkatkan rasa cinta Tanah Air. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat “keroyokan” dalam pembangunan bangsa.

“Ayo kita mencintai bangsa Indonesia ini, ayo kita mencintai Tanah Air, ayo terus berkolaborasi, kompak, dan keroyokan dalam pembangunan bangsa,” ujar Syamsir.

Istilah “keroyokan” yang ia gunakan merujuk pada semangat gotong royong, nilai luhur yang terkandung dalam sila keempat Pancasila. Ajakan ini relevan dengan kondisi Belitung yang memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Semua sektor itu, kata dia, memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat agar pengelolaannya berkelanjutan dan berkeadilan.

Pancasila sebagai Pondasi Menghadapi Politik Global

Syamsir juga mendorong pengamalan Pancasila diimplementasikan dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa. Ia menilai hal ini penting untuk menyikapi situasi politik global yang penuh ketegangan geopolitik dan konflik regional.

Menurutnya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi domestik, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.

“Tema ini merupakan sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila menjadi fondasi,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: journalarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks