Pemkab Bangka Barat Gandeng IPB Kaji Pendirian BUMD Pangan, Targetkan Stabilkan Harga dan Serap Produk Lokal

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 16:36:01 WIB
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggandeng IPB untuk mengkaji pendirian BUMD pangan sebagai upaya stabilkan harga dan serap produk lokal.

MENTOK — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai mengambil langkah konkret untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus pada sektor pangan. Kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dilakukan untuk mengkaji kelayakan pendirian BUMD tersebut, mulai dari aspek bisnis hingga tata kelola.

Mengapa BUMD Pangan Dianggap Mendesak?

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, mengatakan bahwa daerahnya memiliki posisi strategis yang mendukung rencana ini. Berada di ujung barat Pulau Bangka, Bangka Barat dekat dengan daerah penghasil beras seperti Kabupaten Banyuasin, Lampung, dan beberapa wilayah lain.

"Kedekatan jarak dengan beberapa daerah penghasil beras itu akan memudahkan Bangka Barat memiliki akses dan efisiensi transportasi yang baik," ujar Bambang di Mentok, Rabu.

Tak Hanya Beras, Minyakita hingga Telur Jadi Sasaran

Selain beras, BUMD pangan nantinya juga akan mengelola distribusi komoditas strategis lain. Salah satunya adalah minyak goreng Minyakita yang produsen terdekatnya berada di Kabupaten Belitung Timur. Jarak distribusi dinilai masih bisa dipangkas untuk menekan biaya logistik.

Lebih dari sekadar distributor, BUMD ini diproyeksikan menjadi pembeli siaga. Artinya, badan usaha ini siap menyerap berbagai produk lokal seperti telur, daging ayam, sayur-mayur, dan bumbu dapur langsung dari petani dan peternak setempat.

Manfaatkan Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu pasar utama yang akan dibidik adalah program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebutuhan pasokan bahan baku untuk dapur SPPG dinilai sangat besar karena merupakan program nasional. Dengan menjadi pemasok utama, BUMD pangan bisa memastikan produk lokal terserap dengan harga yang wajar.

"Kebutuhan pasokan bahan baku untuk dapur SPPG cukup banyak, karena program yang dijalankan saat ini merupakan program nasional," kata Bambang.

Sinergi dengan Koperasi Desa dan Perumdam

Keberadaan BUMD pangan juga akan dihubungkan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah masif dikembangkan. Ini menjadi rantai distribusi yang menghubungkan hasil produksi masyarakat hingga ke konsumen.

Tak hanya pangan pokok, BUMD ini juga akan mengoptimalkan pemasaran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh Perumdam Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. "Pemasaran AMDK ini salah satu potensi yang akan dioptimalkan daerah saat ini," imbuhnya.

Kapan BUMD Pangan Mulai Beroperasi?

Saat ini proses masih berada pada tahap kajian dan valuasi yang dilakukan bersama akademisi IPB. Setelah kajian selesai, Pemkab Bangka Barat akan menentukan bentuk badan usaha dan struktur modal yang paling sesuai. Belum ada target waktu pasti kapan BUMD ini resmi beroperasi, namun tahun ini menjadi titik awal keseriusan pemerintah daerah.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top