Pemkab Bangka-PT Timah Tanam 500 Pohon di Sempadan Sungai Romodong, Target Kurangi 11.000 Hektare Lahan Kritis

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 13:04:31 WIB
Penanaman 500 bibit pohon di sempadan Sungai Romodong sebagai upaya konservasi dan rehabilitasi lahan.

SUNGAILIAT — Kolaborasi Pemkab Bangka dan PT Timah Tbk menghadirkan penanaman 500 bibit pohon di sepanjang Sungai Romodong. Bibit yang ditanam meliputi beringin, aren, nyatoh, dan belangiran. Lokasi ini masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) karena kerentanannya terhadap erosi dan kerusakan ekosistem.

Fungsi Ganda: Pengendali Banjir dan Sumber Ekonomi Warga

Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS Badan Pengelola DAS Baturusa Cerucuk, Ucok Toni Edward, menilai penanaman di sempadan sungai memiliki fungsi strategis. Kawasan ini menjadi penyangga antara daratan dan perairan sekaligus melindungi keanekaragaman hayati.

"Langkah yang dilakukan PT Timah ini merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan konservasi sempadan sungai," ujar Ucok di Sungailiat, Kamis.

Ia menambahkan, tanaman aren yang ditanam tidak hanya berfungsi ekologis tetapi juga memiliki potensi ekonomi. "Konservasi tidak hanya soal perlindungan dan pengawetan, tetapi juga pemanfaatan yang berkelanjutan," katanya.

Luas Lahan Kritis Capai 11.000 Hektare, Pemulihan Bertahap

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka menyebutkan luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu mencapai sekitar 11.000 hektare. Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Bangka, Fifin Maliana, mengapresiasi inisiatif PT Timah sebagai langkah konkret mengurangi angka tersebut secara bertahap.

"Pemulihannya tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan seperti ini menjadi langkah penting," kata Fifin.

Kunci Keberhasilan: Perawatan dan Kolaborasi Multipihak

Ucok menekankan bahwa keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam. Perawatan berkelanjutan menjadi faktor penentu.

"Diperlukan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, kelompok tani dan masyarakat, agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh optimal," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Bangka Belitung yang menghadapi ancaman degradasi lahan serupa akibat aktivitas masyarakat dan pertambangan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top