PANGKALPINANG — Tambahan daya 25 MW ini merupakan hasil novasi kontrak pembangkitan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung kepada PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara. Prosesi penandatanganan berlangsung pada Jumat (19/6) lalu di Jakarta. Langkah ini memastikan pengelolaan pembangkit yang lebih terintegrasi dan pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat.
Ke Mana Saja Tambahan Daya 25 MW Dialokasikan?
Penambahan kapasitas pembangkit tidak dipusatkan di satu titik. PLN IP Services bersama PLN UIK Dwipantara mengalokasikan 15 MW di Air Anyir dan 10 MW di Padang. Kedua lokasi ini masuk dalam sistem kelistrikan Bangka Belitung yang selama ini terus mengalami peningkatan kebutuhan energi.
Dengan tambahan ini, cadangan daya sistem kelistrikan di provinsi kepulauan itu semakin kuat. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan listrik, terutama saat musim industri atau libur panjang.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat Bangka Belitung?
Bagi warga Bangka Belitung, tambahan daya ini berarti risiko pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan bisa ditekan. PLN menjamin kontinuitas listrik untuk rumah tangga, sekolah, puskesmas, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada energi listrik untuk produksi.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata sinergi internal PLN. "Berbagai keberhasilan yang telah dicapai, termasuk dalam menjaga kecukupan pasokan listrik dan mendukung kebutuhan sistem pada kondisi-kondisi kritis, merupakan bukti nyata dari kolaborasi yang solid," ujar Ira dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Siapa Saja yang Terlibat dalam Proyek Ini?
Proyek ini melibatkan tiga entitas utama. PLN IP Services bertindak sebagai penyedia solusi energi cepat dan efisien. PLN UIK Dwipantara mengelola operasional pembangkitan. Sementara PLN UIW Bangka Belitung menjadi garda depan distribusi ke pelanggan.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengapresiasi dedikasi tim di lapangan. "Kami mengapresiasi profesionalisme, dedikasi, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan PLN IP Services dalam memastikan kecukupan pasokan listrik," ungkap Rita.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi energi kelas dunia. "Penambahan kapasitas 25 MW di Bangka Belitung ini menjadi bukti nyata kapabilitas PLN Indonesia Power Group dalam menghadirkan solusi energi yang andal dan responsif," ujar Bernadus.
Apakah Pasokan Listrik di Bangka Belitung Sudah Cukup?
Dengan tambahan 25 MW, sistem kelistrikan Bangka Belitung saat ini memiliki cadangan daya yang lebih longgar. Namun, kebutuhan energi di daerah ini terus tumbuh seiring pembangunan infrastruktur dan sektor pariwisata. PLN berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan.