KOBA — Wortel menjadi komoditas pertanian baru yang mulai diuji coba di Kabupaten Bangka Tengah. Selama ini, petani di daerah itu lebih akrab dengan cabai, bawang, jagung, dan aneka sayuran lainnya, sementara wortel belum pernah dibudidayakan secara luas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah Dian Akbarini mengatakan uji coba telah dilakukan di empat BPP. Lokasi terakhir yang melakukan panen adalah BPP Sungaiselan.
"Terakhir kami lakukan uji coba di BPP Sungaiselan yang merupakan BPP keempat yang melakukan panen dan ternyata memiliki hasil yang berbeda-beda," kata Dian di Koba, Kamis.
Perbedaan hasil panen di setiap BPP menjadi data penting bagi pemerintah daerah. DPKP Bangka Tengah akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas wortel, mulai dari jenis tanah, ketinggian lokasi, hingga pola pengairan.
Hasil evaluasi dari keempat lokasi uji coba ini nantinya akan digunakan untuk menyusun pola budidaya yang paling efektif. Tujuannya, pengembangan wortel bisa dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam uji coba tersebut, tanaman wortel ditanam menggunakan metode dua baris gundukan tanah yang ditutupi mulsa. Teknik ini dipilih untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.
Menurut Dian, metode ini masih akan terus disempurnakan berdasarkan hasil panen di masing-masing BPP. Setiap lokasi memiliki karakteristik lahan yang berbeda, sehingga pendekatan budidaya pun perlu disesuaikan.
Selama ini, kebutuhan wortel di Bangka Tengah masih dipasok dari luar daerah. Dengan adanya inovasi ini, pemerintah daerah berharap petani lokal bisa mulai membudidayakan wortel secara mandiri.
"Inovasi ini dapat memberikan komoditas baru bagi petani yang ada di Bangka Tengah sehingga kebutuhan wortel bisa dipenuhi dari lahan yang ada di Bangka Tengah," ujar Dian.
Ia menambahkan, BPP memiliki peran strategis sebagai lokasi percontohan, pengkajian teknologi budidaya, serta pusat pembelajaran bagi petani. Ke depan, hasil uji coba akan direkomendasikan kepada petani yang tertarik mengembangkan wortel.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bangka Tengah memperluas pilihan komoditas unggulan daerah. Dian menekankan pentingnya diversifikasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
"Kita terus mendorong lahirnya inovasi di sektor pertanian guna memperluas pilihan komoditas unggulan daerah, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal," kata Dian.