TANJUNGPANDAN — Warga di dusun-dusun terpencil Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini bisa mendapatkan beras bersubsidi tanpa harus jauh-jauh ke kota. DKPP setempat meluncurkan program inovatif bernama Beras Antar Sampai Dusun (Berandun) yang menjangkau permukiman paling pinggir.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Belitung, Hamzah, mengatakan layanan ini merupakan jawaban atas tantangan geografis di wilayah tersebut. "Layanan distribusi beras SPHP sampai ke masyarakat terpencil atau setingkat wilayah dusun guna memberikan layanan pemerataan pasokan beras," ujarnya di Tanjungpandan, Kamis.
Satu hal yang ditekankan dalam program ini adalah tidak adanya biaya tambahan bagi warga. Meski petugas harus menempuh jalan dusun yang sulit, harga beras SPHP tetap sama seperti di perkotaan.
"Beras SPHP ditetapkan seharga Rp58.000 per karung kemasan 5 kilogram, sementara minyak goreng subsidi MinyaKita dijual seharga Rp15.000 per liter," kata Hamzah. Artinya, tidak ada kenaikan harga dan tidak ada jasa pengiriman yang dibebankan ke masyarakat.
Dalam sekali distribusi, tim DKPP membawa kapasitas beras hingga 500 kilogram. Beras tersebut dipasok langsung dari Perum Bulog Cabang Belitung. Kendaraan yang digunakan pun beragam, mulai dari mobil hingga roda tiga, disesuaikan dengan kondisi medan menuju dusun.
"Jika ada permintaan dari masyarakat di wilayah dusun, kami siap meluncur, baik menggunakan kendaraan roda tiga maupun mobil untuk membawa dan mengantar beras langsung ke lokasi," jelas Hamzah.
Program Berandun dirancang bukan sekadar jualan beras keliling. Lebih dari itu, inovasi ini bertujuan menciptakan sistem distribusi pangan yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat pedesaan.
"Tentunya dengan program inovasi ini, akan tercipta distribusi beras yang merata yang bisa dinikmati oleh masyarakat desa secara adil guna mendukung swasembada pangan nasional," ujar Hamzah.
Langkah ini menjadi salah satu cara Pemkab Belitung menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah kondisi geografis yang tersebar. Warga dusun kini tak perlu lagi khawatir kehabisan stok atau membayar lebih mahal hanya karena lokasi rumah mereka jauh dari pusat kecamatan.