BELITUNG TIMUR — Abrasi di pesisir Pantai Lalang, Kecamatan Manggar, kini mendekati bibir pantai dan mengancam ekosistem pesisir. Menyadari kondisi itu, DLH Kabupaten Belitung Timur bersama PT Timah Tbk menanam pohon cemara laut dan ketapang sebagai upaya mitigasi bencana.
Kepala DLH Belitung Timur, Adlan Taufik, mengatakan jenis cemara laut dan ketapang dipilih karena perakarannya kuat dan cocok ditanam di kawasan pesisir. “Tujuannya untuk membantu mencegah abrasi di Pantai Lalang yang saat ini sudah mulai mengkhawatirkan karena mendekati bibir pantai,” ujarnya.
Penanaman dilakukan di area yang langsung berhadapan dengan gelombang laut. DLH menargetkan vegetasi ini bisa menjadi tameng alami dalam jangka panjang.
Selain penanaman pohon, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diisi dengan edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar. Adlan menyebut sampah masih menjadi persoalan utama di Belitung Timur yang perlu penanganan serius.
“Kami melaksanakan pembagian bibit ke sekolah-sekolah dan hari ini penanaman pohon di sekitar Pantai Lalang, serta edukasi kepada anak-anak sekolah tentang pengelolaan sampah,” jelasnya.
Para pelajar diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik sejak dini. DLH berharap kebiasaan ini bisa terbawa ke rumah masing-masing dan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
PT Timah Tbk memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan ini. Bantuan perusahaan tambang pelat merah itu disebut sangat membantu pelaksanaan program di lapangan.
Adlan menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Timah, sangat berarti. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut karena untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini juga menjadi momentum bagi DLH untuk mendorong perbaikan tata kelola lingkungan secara menyeluruh di Belitung Timur. Wilayah yang cukup luas membuat pengelolaan dan pemilahan sampah menjadi fokus utama yang terus didorong.