KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa kuota BBM subsidi telah ditetapkan secara nasional dan tidak akan ditambah khusus untuk Sumatera Utara. "Kan ditambah jumlah stok hariannya. Jumlah truk biasanya berapa ditambahin berapa lagi," ujarnya di sela groundbreaking Proyek Masela, Kamis (16/7). Ia menekankan bahwa penambahan armada distribusi adalah solusi jangka pendek untuk mengatasi lonjakan permintaan.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi BBM di Medan naik 5–10 persen dari rata-rata harian seiring kembalinya aktivitas sekolah dan perkantoran. Untuk merespons hal tersebut, perusahaan mengerahkan 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, dan 34 AMT dari fuel terminal terdekat. Selain itu, 16 personel Bekangdam juga dikerahkan untuk memperkuat distribusi.
Hasilnya, pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian. Sebanyak 149 unit mobil tangki beroperasi, atau 115 persen dari kapasitas normal. "Saat ini operasional Fuel Terminal Medan maupun distribusi ke seluruh SPBU telah berjalan lancar dengan kondisi stok yang aman," kata Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.
Di tengah upaya menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menindak tegas sopir mobil tangki yang terbukti melanggar ketentuan. Kitty menegaskan, perusahaan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi. "Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujarnya.
Tindakan disiplin ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan. Pertamina memastikan sanksi tersebut tidak mengganggu operasional penyaluran BBM ke SPBU.
Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memastikan ketahanan pasokan energi di Sumatera Utara. Saat ini, layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. "Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," tutup Kitty.
Keputusan pemerintah untuk tidak menambah kuota BBM subsidi di Sumut sekaligus mengonfirmasi bahwa kebijakan subsidi tetap mengacu pada alokasi nasional yang sudah ditetapkan, bukan pada fluktuasi permintaan regional.