Tak Ada Tambahan Kuota BBM Subsidi di Sumut, Pertamina Pilih Percepat Distribusi dengan 40 Mobil Tangki

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:50:28 WIB
Dirjen Migas Laode Sulaeman meninjau proses distribusi BBM di Sumatera Utara sebagai respons atas lonjakan permintaan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa kuota BBM subsidi telah ditetapkan secara nasional dan tidak akan ditambah khusus untuk Sumatera Utara. "Kan ditambah jumlah stok hariannya. Jumlah truk biasanya berapa ditambahin berapa lagi," ujarnya di sela groundbreaking Proyek Masela, Kamis (16/7). Ia menekankan bahwa penambahan armada distribusi adalah solusi jangka pendek untuk mengatasi lonjakan permintaan.

Konsumsi Melonjak 10 Persen, 149 Mobil Tangki Dikerahkan

PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi BBM di Medan naik 5–10 persen dari rata-rata harian seiring kembalinya aktivitas sekolah dan perkantoran. Untuk merespons hal tersebut, perusahaan mengerahkan 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, dan 34 AMT dari fuel terminal terdekat. Selain itu, 16 personel Bekangdam juga dikerahkan untuk memperkuat distribusi.

Hasilnya, pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian. Sebanyak 149 unit mobil tangki beroperasi, atau 115 persen dari kapasitas normal. "Saat ini operasional Fuel Terminal Medan maupun distribusi ke seluruh SPBU telah berjalan lancar dengan kondisi stok yang aman," kata Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.

Sopir Nakal Kena Sanksi, Tak Ada Toleransi

Di tengah upaya menjaga pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menindak tegas sopir mobil tangki yang terbukti melanggar ketentuan. Kitty menegaskan, perusahaan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi. "Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujarnya.

Tindakan disiplin ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan. Pertamina memastikan sanksi tersebut tidak mengganggu operasional penyaluran BBM ke SPBU.

Stok Aman, Masyarakat Diimbau Beli Bijak

Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memastikan ketahanan pasokan energi di Sumatera Utara. Saat ini, layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. "Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," tutup Kitty.

Keputusan pemerintah untuk tidak menambah kuota BBM subsidi di Sumut sekaligus mengonfirmasi bahwa kebijakan subsidi tetap mengacu pada alokasi nasional yang sudah ditetapkan, bukan pada fluktuasi permintaan regional.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top