PANGKALPINANG — Persoalan di sektor pertanian Desa Rias tidak hanya soal keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan). Rina Tarol menemukan tiga masalah utama yang saling terkait: alih fungsi lahan yang masif, krisis air, dan minimnya peralatan modern bagi petani.
Tiga Ancaman di Sentra Padi Bangka Selatan
Dari hasil dialog dengan petani di UPJA Berkah Tani, Rina menyoroti bahwa lahan sawah produktif di Desa Rias terus menyusut. Sawah-sawah itu perlahan berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.
"Kawasan ini selama ini menjadi salah satu sentra produksi padi di Bangka Belitung. Kalau dibiarkan, ketahanan pangan daerah akan terancam," kata Rina dalam keterangannya usai kunjungan.
Selain alih fungsi, petani juga mengeluhkan sumber air yang semakin sulit. Musim kemarau membuat irigasi tidak bisa diandalkan, sementara sumur bor belum merata menjangkau area persawahan.
Alsintan Usang, Produksi Terhambat
Di UPJA Berkah Tani, Rina melihat langsung proses pengolahan gabah menjadi beras. Ia menilai peralatan yang ada sudah tidak memadai untuk menampung hasil panen petani.
Keterbatasan alsintan membuat proses pasca-panen menjadi lambat. Akibatnya, sebagian gabah terpaksa dijual dalam bentuk belum diolah dengan harga lebih rendah.
Rina mendorong Pemkab Bangka Selatan dan Pemprov Babel untuk segera mengalokasikan bantuan alsintan baru serta memperbaiki jaringan irigasi di Desa Rias.
Langkah Konkret yang Diminta
Politikus itu meminta pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan alat, tetapi juga membuat regulasi yang membatasi alih fungsi lahan sawah. Menurutnya, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan harus ditegakkan.
"Jangan sampai sawah yang sudah turun-temurun jadi ladang pangan berubah semua jadi sawit. Perda tata ruang harus berpihak pada petani," tegasnya.
Rina juga meminta Dinas Pertanian setempat melakukan pendampingan intensif agar petani bisa mengakses program bantuan dari pusat. Desa Rias, kata dia, punya potensi besar untuk swasembada pangan lokal jika dikelola serius.
Nasib 30 Hektare Sawah Bergantung pada Kebijakan Pemda
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, luas sawah aktif di Desa Rias kini tersisa sekitar 30 hektare. Angka itu terus menurun dibanding lima tahun lalu yang masih mencapai 50 hektare.
Petani berharap pemerintah tidak hanya datang saat musim tanam, tetapi hadir dengan solusi jangka panjang. Jika tidak, bukan tidak mungkin Desa Rias kehilangan statusnya sebagai lumbung padi Bangka Selatan.