KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Keyakinan itu disampaikan Ahmad Rizal saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (pekan lalu). Menurutnya, panen raya yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci mempercepat swasembada pangan nasional.
"Bulog siap menjalankan mandat pemerintah dengan memastikan hasil panen petani terserap secara optimal, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)," ujar Ahmad Rizal dalam siaran resmi yang diterima redaksi.
Program ketahanan pangan yang dijalankan TNI melibatkan tiga matra secara terpadu. TNI Angkatan Darat fokus mengembangkan komoditas padi, TNI Angkatan Laut pada kedelai, dan TNI Angkatan Udara menggarap tebu. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat hilirisasi industri pangan.
Stok 5,2 Juta Ton Jadi Fondasi Stabilitas Harga
Hingga pertengahan Juli 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton. Angka ini dinilai menjadi fondasi yang kuat dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tingkat nasional.
Penyerapan gabah dan beras masih terus berlangsung seiring musim panen di berbagai daerah. Bulog menargetkan total pengadaan dalam negeri sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun ini. Dengan realisasi 84 persen yang sudah tercapai, perusahaan pelat merah itu optimistis target akan terlampaui.
"Dukungan terhadap peningkatan produksi, optimalisasi penyerapan hasil panen petani, serta pengelolaan cadangan pangan yang andal diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan," tegas Ahmad Rizal.
Presiden Tinjau Hilirisasi Pertanian di Lanud Malang
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga meninjau berbagai stan yang menampilkan program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi sektor pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan dalam negeri dan memperkuat industri nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Komisi IV DPR RI, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, serta para pemangku kepentingan di sektor pangan. Panen raya serentak ini menjadi simbol konkret sinergi antara pemerintah, BUMN, dan TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dengan stok yang melimpah dan sinergi yang terus diperkuat, Bulog optimistis target swasembada pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan sedang berjalan di lapangan.