KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kurang dari dua bulan lagi Apple dikabarkan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan ponsel lipat pertamanya. Bagi pemilik iPhone 16 atau seri lawas, ini biasanya sinyal untuk menahan diri. Tapi tahun ini situasinya berbeda. Antara kenaikan harga yang nyaris pasti dan perubahan strategi peluncuran, membeli iPhone 17 sekarang punya sejumlah argumen kuat.
Analis memperkirakan iPhone 18 Pro dan Pro Max dibanderol mulai USD 1.299 (sekitar Rp 21,4 juta) dan USD 1.399 (sekitar Rp 23,1 juta). Lonjakan USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) dari pendahulunya ini dipicu membengkaknya biaya memori dan storage untuk infrastruktur AI.
Sementara itu, ponsel lipat Apple kabarnya dilego di atas USD 2.000 (sekitar Rp 33 juta). Apple sudah menaikkan harga semua model iPhone di Jepang. Sebaliknya, iPhone 17 masih dijual dengan harga September lalu, mulai USD 799 (sekitar Rp 13,2 juta). Kenaikan harga untuk model berikutnya sepertinya tak terhindarkan, dan tak ada jaminan seri iPhone 17 bakal kebal.
Apple bakal menerapkan strategi peluncuran terpisah (split-launch). September nanti hanya iPhone 18 Pro dan model lipat yang tiba. iPhone 18 reguler, iPhone 18e yang lebih murah, dan iPhone Air 2 baru menyusul pada musim semi 2027. Siapa pun yang menunggu penerus langsung iPhone 17 harus bersabar beberapa bulan lebih lama dari biasanya.
Seorang pembocor berulang kali mengklaim Apple bakal menurunkan spesifikasi layar dan chip iPhone 18 standar demi menekan biaya. Alhasil, ponsel ini bisa berbagi lebih banyak komponen dengan iPhone 18e yang lebih murah. Meski RAM naik ke 9 GB, model bawah disebut tetap tidak mendukung dua fitur anyar iOS 27.
Memang belum ada yang pasti. Tapi jika Apple mulai memangkas spesifikasi di model dasar dan terjangkau, iPhone 17 atau iPhone 17e justru bisa jadi pilihan dengan spesifikasi lebih baik. Apalagi dengan selisih harga yang diperkirakan cukup lebar.
Beberapa rumor paling menarik soal iPhone 18 Pro belum tentu terwujud saat peluncuran. Laporan awal yang menyebut Dynamic Island bakal diganti kamera hole-punch sudah kehilangan momentum. Kamera 24 megapiksel di bawah layar untuk ponsel lipat kabarnya belum siap tahun ini, dan layar lipat yang benar-benar mulus di lapangan malah terdengar "hampir tanpa bekas lipatan".
Intinya, menunggu bukan jaminan Anda bakal mendapatkan semua fitur yang dijanjikan rumor.
Harga trade-in dan jual kembali iPhone lama biasanya langsung turun begitu generasi baru diumumkan. Artinya, iPhone di saku Anda saat ini sedang berada di nilai tertinggi. Menunggu hingga September berarti Anda harus membayar lebih mahal untuk model baru yang harganya naik, plus mendapat lebih sedikit uang dari ponsel lama. Dua kali pukulan ke kantong.
Tentu bukan berarti iPhone 18 series tidak worth it. Tapi buat Anda yang upgrade dari iPhone keluaran sebelum 2025 dan tidak tertarik dengan ponsel lipat, iPhone 17 series masih menjadi pilihan yang lebih masuk akal saat ini.