Pencarian

Stok Cabai dan Bawang di Bangka Belitung Melimpah, Harga Mulai Turun hingga Rp 40.000 per Kilogram

Kamis, 23 Juli 2026 • 15:58:31 WIB
Stok Cabai dan Bawang di Bangka Belitung Melimpah, Harga Mulai Turun hingga Rp 40.000 per Kilogram
Petugas menunjukkan stok cabai merah besar di gudang distributor di Pangkalpinang, Kamis.

PANGKALPINANG — Harga cabai di pasar-pasar Bangka Belitung mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, menyebut stok bumbu dapur saat ini justru berlimpah, bukan langka seperti yang dikhawatirkan sebagian masyarakat.

Berapa Stok Cabai dan Bawang di Gudang?

Hasil pemantauan tim Disperindag di gudang distributor menunjukkan angka yang cukup lega. Per Kamis pekan ini, stok bawang merah mencapai 44,6 ton dan bawang putih 37,5 ton. Sementara untuk cabai, stok cabai rawit tercatat 0,8 ton dan cabai merah besar sebanyak 1,2 ton.

Stok kedelai di enam gudang distributor juga tercatat 313 ton, jagung pakan ternak 2,1 ton, dan kacang tanah lima ton. "Diperkirakan stok pangan ini akan terus bertambah, karena pelaku usaha secara kontinu terus menambah pasokan," ujar Subekti di Pangkalpinang, Kamis.

Harga Turun, Berapa Selisihnya?

Kelimpahan pasokan langsung berdampak ke kantong konsumen. Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 42.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 40.500. Penurunan lebih signifikan terjadi pada cabai merah besar, dari Rp 42.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Yang paling terasa adalah cabai rawit merah. Harganya turun Rp 10.000 dalam sehari, dari Rp 69.000 menjadi Rp 59.000 per kilogram. Namun, cabai rawit hijau masih bertahan di angka Rp 66.500 per kilogram.

Bawang dan Kedelai Masih Stabil

Untuk bawang, harga bawang merah masih bertahan di Rp 34.500 per kilogram dan bawang putih honan Rp 36.000 per kilogram. Bawang bombai dijual Rp 32.000 per kilogram, sementara kedelai impor masih di level Rp 14.300 per kilogram.

Subekti menambahkan pihaknya terus mengintensifkan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok. "Sebagai langkah antisipasi dini kenaikan harga tinggi yang akan memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu," katanya.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks