JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran peneliti BRIN di Istana Kepresidenan pada Kamis siang akan menyoroti inovasi yang aplikatif. Fokus utama presentasi adalah bagaimana hasil riset nasional dapat secara langsung membantu pencapaian target-target pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
"Teman-teman BRIN akan memaparkan beberapa hasil penelitian yang memang fokus kepada membantu pencapaian program-program prioritas pemerintah," kata Prasetyo di Jakarta, Kamis.
Prasetyo menjelaskan, hasil riset yang dipresentasikan di hadapan kepala negara diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar di sektor pangan dan energi. Dua bidang ini dinilai krusial dalam menjaga ketahanan nasional dan stabilitas ekonomi.
Dia menambahkan, BRIN tidak hanya memaparkan data dan teori, tetapi juga inovasi yang siap diterapkan. Salah satu yang menarik perhatian adalah pengembangan perahu berbasis tenaga surya.
Inovasi maritim ini diharapkan menjadi alternatif solusi di sektor transportasi dan kemaritiman, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong energi baru terbarukan.
Selain pangan, energi, dan transportasi laut, para peneliti juga menyiapkan pemaparan terkait inovasi pengelolaan sampah. Sektor ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan persoalan harian yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Prasetyo, seluruh hasil penelitian yang dipaparkan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah. Targetnya jelas: memanfaatkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas.
Pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan BRIN. Tujuannya bukan sekadar seremoni, melainkan untuk mendorong pemanfaatan hasil riset nasional sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Dengan hadirnya data dan inovasi dari BRIN, diharapkan setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjadi solusi efektif atas berbagai tantangan pembangunan. Hasil riset tidak lagi berhenti di laboratorium, tetapi berujung pada implementasi di lapangan.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menjadikan riset sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.