Pemerintah Siapkan Skema Kredit Ringan dan Tanpa DP untuk Motor Listrik Nasional, Target Tekan Biaya Transportasi Masyarakat

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:20:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional Molinas di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kebijakan pembiayaan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Molinas di Kabupaten Bekasi. Kepala Negara menegaskan, pemerintah akan berkoordinasi dengan lembaga pembiayaan untuk menekan suku bunga kredit kendaraan listrik, sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mendukung ekosistem ini.

"Jadi saudara-saudara selamat dan untuk yang lain, Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung. Tadi kita bicarakan, Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka, tapi ya ini ujungnya you akan juga suka, di ujungnya," ucap Prabowo dalam sambutannya yang dikutip iNews.id.

Skema Bunga Ringan dan Tanpa Uang Muka

Presiden memastikan dua insentif utama bakal menyertai penjualan Molinas. Pertama, penurunan suku bunga cicilan yang ditujukan untuk meringankan beban bulanan konsumen. Kedua, pemerintah mengupayakan mekanisme pembelian tanpa uang muka alias DP nol rupiah.

"Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian, kita usahakan tidak pakai DP," sambungnya.

Klaim Hemat 70 Persen dan Perbandingan dengan Motor Bensin

Prabowo memproyeksikan peralihan dari motor konvensional ke motor listrik akan memangkas biaya operasional harian secara signifikan. Ia menyebut penghematan minimal mencapai 50 persen dan bisa menembus angka 70 persen jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari, bergerak minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen," ujar Presiden.

Mengapa Peralihan Ini Dianggap Mendesak

Kebijakan ini tidak lepas dari tren global yang mulai meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil. Prabowo mencontohkan Beijing, China, yang dinilainya telah melarang total operasional motor bensin di wilayah kota besar.

"Jadi ini warning aja, masih gandrung motor bensin tapi tenang saja kita ada skema nanti," katanya.

Skema Tukar Tambah untuk Pemilik Motor Lama

Bagi masyarakat yang saat ini masih memiliki motor bensin, pemerintah menyiapkan skema transisi berupa program tukar tambah. Mekanisme ini memungkinkan konsumen menyerahkan kendaraan lamanya sebagai pengurang harga motor listrik baru, meski Prabowo mengisyaratkan tetap ada tambahan biaya yang harus dibayarkan.

"Kau setor motor lama dapat motor baru, ya tambah dikit lah," ungkapnya.

Peresmian di Cikarang ini menandai langkah awal pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi, dari hulu manufaktur hingga skema pembiayaan yang menyentuh daya beli publik. Ke depan, detail teknis mengenai besaran bunga, tenor, dan mitra lembaga pembiayaan masih menunggu regulasi resmi dari Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top