KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Malam final Miss USA 2026 di Miami menjadi panggung bagi Justus Kelley untuk membuktikan bahwa kecantikan sejati bukan soal harga busana. Meski berhak membawa pulang hadiah senilai lebih dari US$685.000 (sekitar Rp10,6 miliar), Justus justru tampil menggunakan gaun bekas dan jubah pinjaman dari rekannya. Ia datang ke lokasi acara dengan membawa barang-barangnya dalam kantong plastik, bukan koper mewah.
Aksi membawa kantong plastik ini bukan sekadar gaya. Justus ingin menyuarakan nasib anak-anak yang hidup di sistem pengasuhan alternatif (foster care). Mereka sering berpindah tempat tinggal dan hanya membawa barang-barang seadanya dalam kantong plastik.
Keputusan ini lahir dari pengalaman pribadi. Sejak hampir dua tahun, Justus dan suaminya, Tyler, telah menjadi orang tua asuh terlisensi di Virginia. Mereka menyambut anak-anak asuh berusia 7 bulan hingga 10 tahun.
“Saya menikahi kekasih masa kuliah saya. Pada kencan pertama, ia menyampaikan mimpi yang sama untuk menjadi orang tua asuh suatu hari nanti. Tiga belas tahun kemudian, kami telah menyambut anak-anak asuh mulai dari usia 7 bulan hingga 10 tahun di rumah kami,” ujar Justus dalam wawancara terpisah, dikutip dari People.
Tradisi berburu busana di toko barang bekas sudah dimulai Justus sejak kompetisi tingkat daerah. Saat dinobatkan sebagai Miss Virginia USA, ia menyampaikan kepada direktur daerah bahwa ia tidak ingin meninggalkan prinsip ini.
“Memiliki platform yang lebih besar justru menjadi alasan kuat bagi saya untuk membagikan pesan ini kepada masyarakat,” jelas Justus.
Ia juga meminjam jubah merah muda berbulu dari rekannya, Savannah Miles, mantan Miss Georgia USA. Jubah itu dibuat oleh sesama sister queen sebelum akhirnya dipinjamkan.
“Mengetahui cerita dan ‘kehidupan’ di balik sebuah busana sebelum kita kenakan membuatnya terasa jauh lebih spesial. Saya orang yang sentimentil, jadi saya menyukai barang-barang yang memiliki kesempatan hidup dan tujuan baru,” tuturnya.
Justus dengan tegas menolak anggapan bahwa ajang kecantikan hanya untuk mereka yang bermodal besar. Ia bahkan menyebutkan pengalaman keluar dari sesi wawancara mengenakan setelan jas seharga US$9,99 dari toko Goodwill.
“Terasa sangat keren. Saya merasa seperti mengenakan pakaian senilai jutaan dolar. Di komunitas busana bekas, banyak yang menyoroti isu keberlanjutan. Namun bagi saya, hal terpenting lainnya adalah aksesibilitas—bagaimana belanja barang bekas membuat panggung ini lebih terbuka bagi seluruh wanita,” ungkapnya.
Sementara gaun utamanya saat malam puncak didapatkan secara gratis melalui sponsor dari seorang desainer di Filipina.
Kemenangan Justus Kelley juga mencatatkan sejarah. Ia menjadi pemenang Miss USA pertama yang sudah menikah, memiliki anak, dan berusia di atas 30 tahun. Ia menyambut kehadiran anak-anak asuh tersebut sebagai momen yang tak ternilai.
“Saya sangat terhormat bisa merayakan pencapaian perkembangan, langkah pertama, dan momen-momen kecil tak ternilai dari anak-anak asuh kami,” katanya.
Kisah Justus menjadi pengingat bahwa tampil percaya diri tidak selalu identik dengan busana mahal. Justru dari kesederhanaan itulah ia membawa perubahan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan uluran kasih.