Pencarian

PT Timah Latih UMKM Bangka Barat Olah Ikan Nila dan Udang Rebon Jadi Produk Bernilai Tinggi

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:23:31 WIB
PT Timah Latih UMKM Bangka Barat Olah Ikan Nila dan Udang Rebon Jadi Produk Bernilai Tinggi
Pelaku UMKM Bangka Barat mengikuti pelatihan pengolahan ikan nila dan udang rebon yang digelar PT Timah di Pangkalpinang, Jumat (tanggal).

Pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mendapat pelatihan mengolah ikan nila dan udang rebon menjadi produk bernilai tambah dari PT Timah (Persero) Tbk. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menyasar pengembangan potensi lokal agar tidak sekadar menjadi bahan baku mentah. Pelatihan digelar untuk membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui diversifikasi produk perikanan.

PANGKALPINANG — PT Timah (Persero) Tbk menggandeng pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Barat untuk mengolah ikan nila dan udang rebon menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di sektor perikanan.

Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, mengatakan pelatihan ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan keterampilan. "Pelatihan ini untuk mengembangkan potensi lokal yang dapat diolah UMKM menjadi produk bernilai tambah," ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.

Dorong Produk Olahan, Bukan Sekadar Bahan Baku

Anggi menegaskan, pelatihan berbasis potensi lokal ini bertujuan agar sumber daya yang tersedia di masyarakat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku. Sumber daya tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"Melalui pelatihan berbasis potensi lokal ini, PT Timah terus mendorong agar sumber daya yang tersedia di masyarakat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," katanya.

Selaras dengan Program Gemarikan Dinas Perikanan

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Dody Sihono, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan dampak lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengolah ikan menjadi bahan makanan.

"Kami memandang ini sebagai suatu kolaborasi yang sangat baik. Bukan hanya bagaimana ikan diolah menjadi bahan makanan, tetapi bagaimana hasil perikanan ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dody menyebut, program ini sejalan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas Dinas Perikanan Bangka Barat. Program tersebut menyasar anak-anak usia PAUD dan TK serta keluarga berisiko stunting dengan memberikan makanan tambahan berbahan baku ikan.

Inovasi Olahan untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Anak

Dody menilai inovasi dalam pengolahan hasil perikanan menjadi kunci untuk memperkaya jenis makanan agar lebih menarik bagi anak-anak. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan anak-anak.

"Melalui pengolahan ini, dengan inovasi yang lebih terkini, bagaimana kita bisa memperkaya jenis makanan agar lebih menarik untuk anak-anak. Fokus kami saat ini bagaimana konsumsi ikan bisa meningkat, khususnya di kalangan anak-anak," katanya.

UMKM Senang Dapat Ilmu dari Para Pakar

Salah satu peserta pelatihan, Elda (69), mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan langsung dari narasumber yang kompeten di bidangnya.

"Sangat senang diajak dalam kegiatan ini. Dengan kegiatan seperti ini kami bisa bergaul dengan sesama UMKM dan mendapatkan ilmu karena diberikan pengarahan dari para pakar dan PT Timah," ungkapnya.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks