KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jakarta menjadi barometer harga energi nasional pekan ini. Pantauan di lapangan dan laman resmi masing-masing operator menunjukkan tidak ada satu pun produk yang mengalami penyesuaian harga, baik itu bahan bakar RON 90 maupun solar berteknologi tinggi. Kondisi ini berlaku konsisten sejak awal bulan hingga hari ini, Senin (18/8).
Menariknya, Shell tidak memiliki varian RON 92 murni di daftar harga kali ini. Produk terdekatnya, V-Power, berada di segmen RON 95 dengan banderol yang bersaing ketat dengan Pertamax Turbo. Strategi ini membuat konsumen yang biasa memakai BBM RON 92 harus berhitung ulang: turun kelas ke Pertalite atau naik ke V-Power.
Di sisi lain, Shell V-Power Diesel dan bp Ultimate Diesel kompak mematok harga identik, yakni Rp 21.910 per liter. Artinya, untuk mendapatkan solar ber-Cetane Number tinggi, konsumen yang beralih dari Pertamina harus merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp 760 per liter dibanding membeli Pertamina Dex.
Satu yang luput dari perhatian adalah Pertamax Green. Bahan bakar dengan campuran etanol ini masih dijual di kisaran Rp 16.600 per liter, menjadikannya pilihan premium yang lebih ramah lingkungan namun tetap kompetitif di hadapan BP Ultimate yang dibanderol Rp 16.760.
Namun, perlu dicermati bahwa Solar subsidi masih dipatok di angka Rp 6.800 per liter. Harga khusus ini hanya berlaku untuk kendaraan tertentu yang memenuhi kriteria subsidi pemerintah. Sementara itu, stabilitas harga di segmen nonsubsidi menunjukkan rantai pasok dan distribusi BBM di wilayah Jakarta berjalan normal tanpa gangguan berarti.