Menjelang musim tanam padi 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka menyalurkan sepuluh unit mesin pompa air kepada petani di Sungailiat. Bantuan ini untuk memastikan kebutuhan air sawah tetap terpenuhi di tengah musim kemarau yang berpotensi mengganggu produksi.
SUNGAILIAT — Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka memastikan kesiapan petani menghadapi musim kemarau dengan menyalurkan sepuluh unit mesin pompa air untuk area persawahan. Dari jumlah tersebut, delapan unit telah diambil petani dan langsung difungsikan mengalirkan air ke lahan yang sedang dalam proses penanaman padi.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, M Imran, mengatakan dua unit mesin lainnya masih menunggu pengambilan oleh petani di kecamatan setempat.
"Kami menyalurkan 10 unit pompa air ke petani yang saat ini sedang dalam proses musim tanam padi," kata M Imran di Sungailiat, Selasa.
Keterbatasan jumlah mesin membuat petani harus bersabar. Pompa air dipakai secara bergiliran antarpetani, mengingat luas sawah yang harus dialiri cukup luas sementara peralatan yang tersedia terbatas.
Air untuk persawahan bersumber dari aliran alam di sekitar lahan yang belum mengering serta embung-embung penampungan. Skema ini dinilai cukup efektif menjaga kelangsungan masa tanam di tengah curah hujan yang minim.
M Imran memastikan musim tanam padi tahun 2026 tidak akan terdampak signifikan oleh kemarau. Fasilitas pompa air menjadi solusi utama menjaga pasokan air hingga masa panen tiba.
Berdasarkan data luas tambah tanam (LTT) padi sawah, tahun ini tercatat mencapai 425 hektare dengan frekuensi tanam dua hingga tiga kali dalam setahun. Realisasi penambahan luas tanam dilakukan petani secara bertahap.
"Dari luas sawah itu, minimal secara nasional mengalami penambahan luas tanam meskipun relatif kecil karena LTT dilakukan oleh petani secara bertahap," ujarnya.
Pemerintah daerah mendorong petani menggarap sawah secara maksimal. Langkah ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan beras masyarakat Bangka Belitung.