Sebanyak 66.093 penumpang pesawat tercatat berangkat dari dua bandara utama di Kepulauan Bangka Belitung sepanjang Juli 2026. Jumlah ini meningkat 5,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 62.869 orang. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Sugeng Arianto menyebut pergeseran moda transportasi dari kapal laut menjadi pemicu utamanya.
PANGKALPINANG — Aktivitas penerbangan di Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan akselerasi pada pertengahan tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel mencatat total keberangkatan penumpang angkutan udara pada Juli 2026 mencapai 66.093 orang, naik signifikan dari 62.869 orang pada Juni 2026.
Kenaikan ini terjadi di tengah tren liburan sekolah yang biasanya mendorong mobilitas masyarakat antarpulau. Namun, data BPS justru menyoroti faktor lain yang lebih struktural.
"Peningkatan ini karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara dibandingkan kapal laut," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Sugeng Arianto, di Pangkalpinang, Rabu.
Pertumbuhan penumpang tidak merata di kedua bandara. Bandara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjungpandan, Belitung, mencatat lonjakan paling tajam. Sepanjang Juli 2026, tercatat 22.434 orang berangkat dari bandara tersebut, melonjak 11,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 20.113 orang.
Sementara itu, Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, yang merupakan gerbang utama provinsi, melayani 43.659 penumpang keberangkatan. Angka tersebut meningkat 2,11 persen dari 42.756 orang pada Juni 2026.
Kendati tumbuh pesat pada Juli, kinerja tahun berjalan belum sepenuhnya pulih. BPS mencatat akumulasi penumpang keberangkatan selama Januari hingga Juli 2026 masih turun 1,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum kenaikan baru terjadi belakangan, setelah semester awal berjalan lambat.
Menariknya, arus kedatangan penumpang ke Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2026 jauh lebih besar dibandingkan keberangkatan. Total penumpang datang mencapai 72,85 ribu orang, atau meningkat 12,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan kedatangan terjadi di kedua bandara. Bandara Depati Amir mencatat kenaikan 11,16 persen, sementara Bandara H.A.S. Hanandjoeddin tumbuh lebih tinggi lagi, yakni 15,87 persen.
Selisih antara jumlah kedatangan dan keberangkatan itu menunjukkan tingginya arus wisatawan atau pendatang yang masuk ke wilayah Babel selama periode tersebut, sekaligus menjadi indikator aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung.
Dari sisi logistik udara, volume barang yang dimuat ke pesawat pada Juli 2026 mencapai 435,86 ton, naik tipis 1,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun volume barang yang dibongkar turun di pesawat tercatat sebesar 538,60 ton, meningkat 5,24 persen.
Artinya, arus barang yang masuk ke Bangka Belitung melalui kargo pesawat masih lebih besar ketimbang yang dikirim keluar daerah.
"Secara garis besar pada Juli 2026 pada kargo angkutan udara, aktivitas bongkar barang lebih besar dibandingkan aktivitas muat," ujar Sugeng Arianto.
Fenomena ini lazim terjadi di daerah kepulauan yang masih bergantung pada pasokan barang dari luar, terutama untuk kebutuhan industri dan bahan pokok masyarakat.