KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Sabang, kota kepulauan di Provinsi Aceh, memiliki daya pikat yang tidak bergantung pada musim. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susetya menegaskan, karakter alam dan lingkungan yang masih asri menjadi alasan wisatawan terus berdatangan sepanjang tahun. “Sabang selalu didatangi traveler, tidak peduli musim panas atau musim hujan. Kota Sabang memiliki daya pikat tersendiri,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Udara yang relatif bersih dan suasana alam yang masih terasa memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Sensasi ini langsung terasa saat menjelajahi Pulau Weh dengan kendaraan, di mana mata dimanjakan perpaduan kawasan pesisir, perbukitan, permukiman warga, dan ruang hijau.
Keramahan masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Sabang. Kesadaran warga terhadap pariwisata telah tumbuh sejak lama. Harry menekankan, pariwisata bukan hanya urusan pemerintah dan pelaku usaha, melainkan juga sikap masyarakat dalam menerima wisatawan.
“Kalau masyarakat ramah, wisatawan merasa nyaman. Ini juga menjadi bagian dari daya tarik Sabang,” katanya.
Faktor biaya menjadi alasan lain Sabang mudah dijangkau berbagai kalangan. Harga makanan dan tiket masuk ke sejumlah destinasi masih dinilai wajar, memberi wisatawan keleluasaan menyesuaikan rencana perjalanan dengan anggaran yang dimiliki.
Aspek keamanan juga berperan besar. Sabang dikenal sebagai daerah yang relatif aman dikunjungi, sehingga wisatawan bisa menikmati perjalanan dengan lebih tenang.
Karakter Sabang sebagai daerah kepulauan menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan tidak sekadar mendatangi satu objek, tetapi bisa menikmati perjalanan mengelilingi Pulau Weh. Di sepanjang rute, terdapat kawasan pesisir, perbukitan, destinasi wisata, hingga kehidupan masyarakat lokal yang bisa disaksikan langsung.
Interaksi dengan warga dan kesempatan mencicipi kuliner khas turut melengkapi pengalaman tersebut. Perpaduan alam yang asri, masyarakat ramah, biaya terjangkau, dan suasana aman menjadi modal Sabang mempertahankan daya tariknya.
Bagi wisatawan, pergantian cuaca justru menjadi bagian dari karakter perjalanan di Pulau Weh. Setiap kunjungan tetap menawarkan pengalaman berbeda, tanpa perlu khawatir soal musim.