Pemprov Babel Percepat Bangka Barat Jadi Daerah Swasembada Beras, Andalkan 2.453 Hektare Lahan Baku Sawah

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 20 September 2026 | 12:31:31 WIB

PANGKALPINANG — Kabupaten Bangka Barat dinilai memiliki peluang terbesar menyusul Bangka Selatan untuk mencapai swasembada beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penilaian itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, di Pangkalpinang.

Menurut Kurniawan, tingkat ketersediaan beras Bangka Barat mencapai 28,13 persen. Angka itu berada di atas kabupaten lain, seperti Bangka 19,09 persen, Belitung Timur 13,85 persen, Belitung 2,39 persen, dan Bangka Tengah 2,17 persen.

"Optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas, Bangka Barat memiliki peluang realistis untuk mempercepat swasembada," kata Kurniawan.

Bangka Selatan Lebih Dulu Surplus Beras

Bangka Selatan menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil swasembada beras. Produksi beras di kabupaten itu tercatat 26.507 ton, setara 29.483 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka tersebut jauh di atas kebutuhan beras Bangka Selatan pada 2026 yang diproyeksikan sebesar 19.335 ton. Selisih itu menghasilkan surplus produksi bagi daerah tersebut.

"Setelah Bangka Selatan, Bangka Barat ini dinilai memiliki potensi terbesar untuk mencapai swasembada beras," ujar Kurniawan.

Produksi Beras Bangka Barat Terbesar Kedua

Produksi beras di Bangka Barat tercatat 4.758 ton atau setara 25.792 ton GKG. Capaian itu menempatkan Bangka Barat sebagai produsen terbesar kedua setelah Bangka Selatan.

Dari sisi lahan, luas lahan baku sawah (LBS) di Bangka Barat mencapai 2.453 hektare. Luas itu juga terbesar kedua setelah Bangka Selatan seluas 15.356 hektare, dengan potensi luas panen setara mencapai 9.684 hektare.

Ekstensifikasi dan Intensifikasi Lahan Jadi Andalan

DPKP Provinsi Kepulauan Babel menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung percepatan swasembada di Bangka Barat. Salah satunya ekstensifikasi lahan melalui optimasi dan rehabilitasi lahan pertanian yang belum tergarap optimal.

Langkah itu ditujukan memperbesar luas panen mendekati potensi LBS yang dimiliki Bangka Barat. Selain itu, intensifikasi produksi dilakukan dengan penggunaan benih bermutu dan unggul, peningkatan indeks pertanaman, serta penerapan alsintan pra dan pasca panen.

Penerapan alsintan dinilai dapat menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu panen. "Kami terus melakukan penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan dan penguatan SDM petani dan perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi lahan produktif ke penggunaan non-pertanian," kata Kurniawan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top