PALEMBANG — KAI Logistik mencatat volume bongkar muat batu bara 4.271.642 ton pada Triwulan III 2026. Capaian itu tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan juga terlihat pada kinerja bulanan: September 2026 menjadi bulan tertinggi sepanjang tahun dengan 1,566 juta ton, naik sekitar 9 persen dari bulan sebelumnya.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyebut komoditas energi punya peran strategis bagi aktivitas industri dan perekonomian. Menurut dia, keandalan rantai pasok tidak hanya bergantung pada ketersediaan komoditas, tetapi juga kemampuan sistem logistik mendistribusikannya.
"Komoditas energi memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas industri dan perekonomian. Karena itu, keandalan rantai pasok energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan komoditas, tetapi juga oleh kemampuan sistem logistik dalam memastikan distribusinya berlangsung secara andal, efisien, dan berkesinambungan," ujar Yuskal dalam keterangannya.
Pertumbuhan kinerja salah satunya didorong peningkatan volume dari mitra IUP yang beroperasi di Terminal Muara Lawai. Mitra tersebut menambah hingga empat rangkaian kereta.
Setiap trainset terdiri atas 55 Gerbong Datar (GD) atau setara 110 container. Dengan kapasitas rata-rata sekitar 23 ton per container, satu trainset mampu mengangkut sekitar 2.300 hingga 2.530 metrik ton batu bara.
Penambahan rangkaian itu memperbesar kapasitas angkut harian dari terminal menuju fasilitas tujuan. Dampaknya langsung terasa pada volume pengelolaan bongkar muat yang tercatat sepanjang triwulan.
Aktivitas bongkar muat merupakan mata rantai yang menentukan kelancaran arus komoditas energi dari titik kedatangan menuju fasilitas atau titik tujuan berikutnya. Keterlambatan di tahap ini bisa menahan pergerakan batu bara ke pembeli.
KAI Logistik menyatakan terus memperkuat kapabilitas pengelolaan jasa bongkar muat batu bara. Langkah itu bagian dari kontribusi perusahaan mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional.
Perusahaan juga menekankan layanan berbasis kereta api sebagai penghubung antara area tambang, terminal, dan fasilitas tujuan. Yuskal menyebut pihaknya berkomitmen mengambil bagian dalam memastikan konektivitas tersebut melalui penguatan kapasitas dan keandalan layanan.
Belum ada keterangan dari KAI Logistik soal target volume hingga akhir 2026. Perusahaan juga tidak menyebut proyeksi penambahan rangkaian kereta berikutnya.