BANGKA BELITUNG — Cantabile Ethnic Ensemble meraih Gold Award pada kategori Group Ensemble sekaligus penghargaan Grand Champion Top 1st untuk kategori musik dalam ajang Asia All Star Festival 2026. Festival berlangsung di Opera House, Sias University, Zhengzhou, Henan, China, pada Sabtu (17/10/2026).
Cantabile Music mengikuti dua kategori dalam ajang tersebut. Selain Cantabile Ethnic Ensemble, siswa Cantabile Musik cabang Sungailiat, Jose Massimo Meyer Lim, tampil di kategori Drum Solo dan meraih Silver Award 2nd.
Cantabile Ethnic Ensemble membawakan karya berjudul "NGE (Laot)" yang dikembangkan dari lagu dan tari Gajah Menunggang. Karya itu dikemas dalam format ansambel dengan memadukan instrumen dambus, bonang, kolintang, bass elektrik, drum, cello, klarinet, dan akordion.
Penampilan kelompok ini diperkuat penggunaan kostum tradisional Bangka Belitung. Perpaduan alat musik modern dan instrumen daerah menjadi ciri tersendiri dalam sajian mereka di panggung festival.
Project Leader sekaligus Owner Cantabile Music, Veni Wahyuni, mengatakan keikutsertaan dalam festival ini menjadi kesempatan bagi siswa, pengajar, dan seniman untuk mendapatkan pengalaman di panggung internasional. Menurut dia, ajang tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung.
"Keikutsertaan dalam festival ini menjadi kesempatan bagi siswa, pengajar, dan seniman untuk mendapatkan pengalaman di panggung internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung," kata Veni Wahyuni.
Dari dua kategori yang diikuti, Cantabile Music membawa pulang tiga penghargaan sekaligus. Cantabile Ethnic Ensemble menyumbang Gold Award Group Ensemble dan Grand Champion Top 1st kategori musik, sementara Jose Massimo Meyer Lim menambah Silver Award 2nd dari kategori Drum Solo.
Asia All Star Festival 2026 digelar di Opera House, Sias University, Zhengzhou, Henan, China. Ajang ini mempertemukan peserta dari sejumlah negara di kawasan Asia dalam berbagai kategori seni pertunjukan.
Bagi Cantabile Music, capaian di Zhengzhou menjadi modal untuk melanjutkan pembinaan siswa di cabang-cabang mereka, termasuk Sungailiat. Materi berbasis lagu dan tari daerah tetap menjadi salah satu pendekatan dalam latihan ansambel mereka.