Apple Akui Layar iPhone Duo Cacat, Janji Ganti Gratis

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 12:38:31 WIB
Apple mengonfirmasi sebagian unit iPhone Duo mengalami kerusakan layar dalam dan berjanji mengganti perangkat terdampak tanpa biaya.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Apple mengonfirmasi sebagian kecil unit iPhone Duo mengalami masalah pada layar bagian dalam dan berjanji mengganti perangkat terdampak tanpa biaya. Pengakuan ini muncul tak lama setelah peluncuran ponsel lipat pertama Apple, memicu gelombang reaksi di Korea Selatan. Perusahaan tidak mengungkap penyebab pasti maupun persentase unit cacat.

Apple menyatakan akan menanggung penggantian perangkat bagi pemilik iPhone Duo yang mengalami kerusakan layar dalam. Perusahaan belum merinci berapa unit yang masuk kategori terdampak, juga tidak menjelaskan akar masalahnya.

Apa yang Terjadi pada Layar iPhone Duo

Kasus yang beredar di forum dan media sosial dijuluki "Crackgate". Kerusakan terpusat pada layar bagian dalam perangkat, jenis panel yang memang jadi titik rawan pada ponsel lipat.

Apple menyebut masalah ini hanya menimpa "sebagian kecil unit". Tidak ada angka resmi soal jumlah kasus atau persentase cacat dari total produksi.

Reaksi Netizen Korea Selatan

Di Korea Selatan, rumah bagi Samsung, insiden ini jadi bahan perbincangan panjang di komunitas online. Seorang netizen menilai Apple bersikap sangat sombong, seolah berhasil menciptakan ponsel lipat pamungkas yang tanpa cela.

Sebuah unggahan bertajuk "Kondisi terkini dari produk yang disebut inovatif oleh Apple" mengumpulkan sekitar 1.000 komentar. Unggahan lain berjudul "Apa yang terjadi pada pengguna Apple yang suka mengejek ponsel Galaxy" menarik lebih dari 700 komentar.

YouTuber ITSub dan Tudingan Berpihak

Teknologi YouTuber ITSub, dengan 2,84 juta subscriber, dituding tidak serius membahas kekhawatiran soal daya tahan iPhone Duo. Ia merespons dengan uji ketahanan sekitar tiga jam pada unit yang dibeli sendiri, termasuk menuangkan pasir dan membengkokkan perangkat ke belakang.

Karena uji itu tidak memunculkan retakan, ITSub justru dibanjiri komentar yang menuduhnya membela Apple, termasuk hinaan terhadap keluarganya.

"Saya tidak pernah menerima satu won pun dari Apple," ujar ITSub, seraya memperingatkan akan menempuh langkah hukum terhadap penyebar tuduhan palsu.

Persaingan Fanboy Apple vs Samsung

Rivalitas penggemar kedua merek sudah mengakar di Korea. Istilah merendahkan seperti aepdeungi, gabungan pelafalan Korea untuk Apple dengan gopdeungi (jangkrik unta), dipakai mengejek pengguna iPhone.

Di sisi lain, samyeopchung atau trilobita jadi julukan untuk meremehkan pengguna Galaxy. Kedua istilah ini beredar lebih dari satu dekade.

"Kebencian terhadap 'mitos Apple' dan pemujaan buta dari sebagian pengikutnya kini meledak menyusul insiden ini," kata Lee Seong-yeob, profesor Korea University's Graduate School of Management of Technology.

Tekanan pada Reputasi Kualitas Apple

Apple baru merambah pasar ponsel lipat tujuh tahun setelah Samsung. Apple masuk sebagai pemain belakangan yang selama ini menjual narasi kualitas dan penyempurnaan produk.

Kontroversi yang muncul tak lama setelah peluncuran dinilai memberi pukulan pada reputasi tersebut. Pengamat industri memperingatkan dampaknya bisa lebih lama dari sekadar satu kasus penggantian unit.

"Seiring proses transisi Apple ke kepemimpinan John Ternus, perasaan yang berkembang bahwa 'ini bukan Apple yang kita kenal dulu' mulai mengakar. Sekarang setelah kecacatan produk yang nyata muncul, bahkan kepercayaan dari penggemar Apple paling setia sekalipun mulai goyah," kata sumber di industri elektronik.

Bagi pasar Indonesia, iPhone Duo belum masuk jalur distribusi resmi, sehingga kasus ini lebih berdampak pada persepsi merek ketimbang layanan purnajual lokal. Apple belum memberi jadwal pasti kapan program penggantian unit cacat diperluas ke wilayah di luar pasar peluncuran perdana.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top