JAKARTA — AiYU generasi terbaru menempati posisi teratas dalam pengujian yang digelar Veritask, dengan selisih skor cukup lebar atas ChatGPT-Astra, Claude Opus 5.5, dan Gemini 3.8 Flash. Veritask menyebut pengujian memakai 150 pertanyaan hukum Indonesia sebagai basis penilaian.
Skor 82,1% yang diraih AiYU lebih tinggi dari ChatGPT-Astra pada 73,6%, Claude Opus 5.5 pada 74,7%, dan Gemini 3.8 Flash pada 66,4%. Metodologi dan hasil lengkap pengujian dapat diakses publik melalui https://veritask.link/report.
Masalah terbesar penggunaan AI di sektor hukum bukan jawaban yang kosong, melainkan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal pasalnya keliru atau aturannya sudah tidak berlaku. Veritask menempatkan persoalan itu sebagai fokus pengujian.
Pengujian tidak sekadar menilai apakah model menyebut satu pasal, tetapi juga apakah pasal yang dirujuk masih berlaku dan relevan dengan konteks regulasi Indonesia. Tiga model AI serbaguna yang diuji dirancang untuk berbagai topik, bukan khusus sistem hukum.
Generasi terbaru AiYU dibangun khusus untuk sistem hukum Indonesia, termasuk memahami hierarki peraturan, status keberlakuan, dan perubahan ketentuan. Sumber datanya adalah Indonesian Legal Corpus yang mencakup 99% regulasi Indonesia.
Setiap jawaban disertai pasal, sumber, dan status keberlakuan yang bisa diperiksa langsung oleh pengguna. Veritask menyatakan meningkatkan akurasi fondasi data hingga 98% pada rilis terbaru ini.
“Dalam membangun AI untuk sektor hukum, kualitas adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di atas faktor biaya dan waktu. Karena itu, kami menerapkan pendekatan quality-first dalam setiap tahap pengembangan AI,” ujar Eugenius Mario, Chief Product & Technology Veritask.
Eugenius menambahkan bahwa sistem RAG (Retrieval-Augmented Generation) secanggih apa pun tidak akan menghasilkan jawaban berkualitas tanpa fondasi data yang kuat dan akurat. Setiap sumber dalam proses RAG dilengkapi sitasi yang terhubung langsung ke naskah asli peraturan, sehingga pengguna dapat menelusuri dan memverifikasi dasar hukum di balik setiap jawaban.
AiYU saat ini digunakan lebih dari 5.000 pengguna, mulai dari in-house counsel, advokat, hingga konsultan hukum, baik secara tim maupun individu. Basis pengguna itu memberi Veritask bahan uji dari pertanyaan yang memang muncul di praktik sehari-hari.
Bagi publik, hasil pengujian terbuka memungkinkan penilaian mandiri sebelum memakai AI untuk urusan hukum. Veritask menyediakan laporan lengkap di tautan resmi mereka, termasuk rincian metode penilaian atas ketepatan dasar hukum dan relevansi sitasi.