KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Gurun Sahara di Aljazair menawarkan pengalaman berkemah di bawah langit penuh bintang, jauh dari hiruk-pikuk kota dan sinyal seluler. Pemerintah Aljazair kini menyediakan visa on arrival bagi wisatawan yang menghabiskan sebagian besar waktu di Sahara, dengan biaya 150 dolar AS untuk masa tinggal 10 hari. Kebijakan tersebut menjadi pintu masuk bagi pelancong yang ingin menjelajahi destinasi off-grid terbesar di Afrika Utara itu.
Aljazair merupakan negara terbesar di Afrika, tetapi sektor pariwisatanya lama kalah pamor dibanding Maroko dan Mesir. Ekonomi negara itu bertumpu pada minyak dan gas, sementara pemerintah sebelumnya kurang memberi perhatian pada industri perjalanan. Kini Aljazair menjalankan rencana induk ambisius untuk melipatgandakan kunjungan wisatawan hingga empat kali lipat pada 2030, dengan fokus khusus pada wisata gurun.
Pemerintah Aljazair memperkenalkan visa on arrival bagi pelancong yang menghabiskan mayoritas waktu di Sahara. Sejak 2023, opsi tersebut telah digunakan hampir 39.000 pengunjung dan ikut mendorong kenaikan kedatangan wisatawan.
Prosesnya ditempuh di Bandara Internasional Houari Boumediene, Aljir. Wisatawan mengantre, menyerahkan paspor, lalu membayar biaya tunai 150 dolar AS untuk masa tinggal 10 hari sebelum paspor dicap dan resmi diterima masuk.
Pengalaman paling khas dari perjalanan ini adalah bermalam di alam terbuka. Berbaring di matras tipis dengan kantong tidur kanvas, wisatawan bisa melihat tiga bintang terang Sabuk Orion tepat di atas kepala, sementara Bima Sakti membentang seperti sapuan cat di langit.
Selama beberapa hari tanpa sinyal seluler, ketenangan menjadi bagian dari paket perjalanan. Pendamping tidur hanya suara gesekan dan dengkur sesama peserta kemah.
Sepanjang perjalanan melintasi dataran tinggi Tassili n'Ajjer, lanskap berubah dengan frekuensi mengejutkan. Ada dataran berbatu menyerupai permukaan Mars, ngarai berpasir yang diapit formasi batu raksasa, serta lautan bukit pasir berwarna persik dengan punggungan tajam dan permukaan beriak ditiup angin.
Unta-unta milik pengembara Touareg terlihat merumput di sela vegetasi yang jarang. Ceruk dan overhang batu di kawasan ini turut melindungi ribuan contoh seni cadas purba.
Rute udara dari Aljir ke Djanet, kota oasis kecil di tenggara Aljazair dekat perbatasan Libya dan Niger, memakan waktu sekitar dua jam. Jadwal penerbangan umumnya tengah malam untuk menghindari angin gurun pada siang hari.
Djanet berfungsi sebagai gerbang pariwisata sekaligus pusat militer kawasan. Setibanya di sana, paspor peserta dikumpulkan dan nama dicocokkan dengan daftar yang terhubung ke pemandu.
Pemandu wajib menyerahkan rencana perjalanan ke militer, termasuk identitas tamu dan staf serta nomor registrasi kendaraan. Aturan ini berlaku karena tingkat keamanan tinggi, sebagian dipicu ketegangan dengan negara tetangga.
Pilih pemandu lokal berpengalaman yang memahami medan dan bisa menyusun itinerari fleksibel. Fleksibilitas itu berguna untuk menghindari rombongan wisatawan lain sekaligus mengantisipasi cuaca tak terduga.
Selama lima hari di gurun, rombongan dengan pemandu berpengalaman hanya berpapasan dengan enam kendaraan lain. Siapkan perlengkapan kemah pribadi, uang tunai untuk biaya visa, dan jangan berharap koneksi seluler.
Jika ingin menambah waktu di utara, pemandu setempat merekomendasikan Constantine. Menurutnya, reruntuhan Romawi bisa ditemukan di berbagai wilayah, tetapi tidak di kota seperti Constantine.
Sebagian besar proyek akomodasi, termasuk hotel baru yang dibutuhkan, masih dalam proses pembangunan. Wisatawan sebaiknya memesan paket tur melalui operator perjalanan yang sudah beroperasi di Aljazair, seperti Explore Worldwide yang mulai membuka trip ke negara itu tahun ini.
Informasi terkini soal tarif, jadwal penerbangan domestik, dan ketersediaan penginapan dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau operator tur resmi.
Durasi ideal untuk mencicipi Sahara Aljazair adalah sekitar sembilan hari, mencakup satu malam di Aljir sebelum terbang ke Djanet dan lima hari menjelajah gurun. Perjalanan ini cocok bagi pelancong yang mencari ketenangan, langit malam tanpa polusi cahaya, dan pengalaman off-grid yang sesungguhnya.