KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bali United membuka Grup J I League Cup 2026/2027 dengan kemenangan telak 6-1 atas Persiba Balikpapan di Stadion Manahan, Solo, Rabu (4/11/2026) malam WIB. Enam gol Serdadu Tridatu lahir dari lima pencetak berbeda, dengan Jens Raven menyumbang dua gol. Kekalahan ini membuat Persiba harus segera membenahi diri sebelum laga berikutnya.
Pesta gol Bali United di Stadion Manahan dibuka oleh Rahmat Arjuna Rezki sebelum Rizky Dwi Febriyanto, Teppei Yachida, dan Irfan Jaya ikut mencatatkan nama di papan skor. Jens Raven melengkapi pesta tersebut dengan dua gol, sementara Persiba hanya mampu membalas lewat Ryohei Yoshihama.
Dua gol Jens Raven menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam laga ini. Distribusi gol yang merata menunjukkan lini serang Bali United tidak bergantung pada satu pemain saja.
Rahmat Arjuna Rezki, Rizky Dwi Febriyanto, Teppei Yachida, dan Irfan Jaya masing-masing menyumbang satu gol. Lima nama berbeda di papan skor jadi sinyal kedalaman skuad Serdadu Tridatu untuk kompetisi ini.
Pelatih Persiba Balikpapan, Ega Raka Ghalih, tidak menutup mata soal jurang kualitas antara timnya dan Bali United. Ia menilai para pemain sudah berusaha memberikan perlawanan sepanjang pertandingan.
"Para pemain sudah berusaha memberikan perlawanan, tetapi kualitas lawan menjadi salah satu faktor yang membuat kami kesulitan," kata Ega Raka Ghalih seperti dikutip dari keterangan pertandingan.
Persiba juga diterpa masalah kondisi fisik pemain. Beberapa pemain disebut belum berada dalam kondisi prima, sehingga pressing dan transisi bertahan Persiba mudah dipatahkan lawan.
Kemenangan 6-1 memberi Bali United modal selisih gol besar di Grup J I League Cup 2026/2027. Selisih gol bisa jadi penentu jika persaingan tiket keluar grup berjalan ketat.
Bagi Persiba, kekalahan ini menempatkan mereka di posisi yang harus segera diperbaiki. Laga berikutnya akan jadi ujian apakah masalah kualitas dan kebugaran pemain bisa diatasi.
Bali United akan berusaha menjaga momentum setelah pesta gol di Solo. Persiba Balikpapan dituntut tampil lebih rapat di lini belakang pada pertandingan berikutnya.