SUNGAILIAT – Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menyerahkan penghargaan kepada sejumlah warga yang terlibat dalam proses evakuasi tujuh korban meninggal dunia akibat insiden tanah longsor di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Penyerahan dilakukan seusai Apel Gelar Pasukan Pengamanan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di halaman Mapolres Bangka, Senin (23/2).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata masyarakat dalam membantu aparat dan tim penyelamat saat situasi darurat bencana. Mereka dinilai berperan penting dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi pertambangan.
Warga yang menerima penghargaan yakni Sudaryo, Putra, Deri Mulyono, dan Edi. Keempatnya merupakan operator ekskavator yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan saat proses evakuasi berlangsung. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Ketua Relawan Laskar Sekaban, M. Acin, serta BPBD Kabupaten Bangka.
Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas keberanian dan kepedulian masyarakat dalam membantu tugas kemanusiaan di tengah kondisi darurat.
"Penghargaan ini diberikan kepada warga yang dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata melalui kerja sama dan aksi kemanusiaan saat proses evakuasi tujuh korban longsor di area pertambangan Desa Pemali," ungkap Deddy Dwitiya Putra.
Ia menegaskan, keberanian dan solidaritas yang ditunjukkan para penerima penghargaan mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi faktor penting dalam penanganan situasi darurat.
"Keberanian serta solidaritas yang ditunjukkan menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam menghadapi situasi bencana," ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk instansi terkait, yang telah bekerja keras selama proses evakuasi berlangsung. Ia berharap kolaborasi tersebut terus terjaga dan ditingkatkan demi keselamatan masyarakat serta terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Bangka.
"Sinergitas antara aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana secara cepat dan efektif," tegasnya. (u2)