Pencarian

Harita Nickel Catat Penghindaran Emisi 977 Ribu Ton CO2e, Efisiensi Jadi Kunci Hadapi Tekanan Harga Nikel Global

Sabtu, 30 Mei 2026 • 13:13:48 WIB
Harita Nickel Catat Penghindaran Emisi 977 Ribu Ton CO2e, Efisiensi Jadi Kunci Hadapi Tekanan Harga Nikel Global
Harita Nickel berhasil menghindari emisi 977 ribu ton CO2e melalui efisiensi operasional kuartal I 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali, mengatakan perusahaan memilih fokus pada efisiensi operasional dan praktik bisnis bertanggung jawab sebagai strategi utama menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu. "Integrasi dari penambangan hingga pengolahan membantu Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).

Strategi Efisiensi di Tengah Tekanan Harga Nikel

Sepanjang kuartal I 2026, seluruh lini produksi Harita Nickel berjalan sesuai target. Cakupannya meliputi penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi jalur RKEF, hingga pengolahan hidrometalurgi jalur HPAL yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan nikel sulfat.

Pendekatan terukur di seluruh rantai nilai—dari hulu ke hilir—menjadi tameng perusahaan saat harga komoditas nikel global sedang tertekan. Perusahaan juga terus menggenjot pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap. Salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp dan pembangkit listrik dari panas buang fasilitas HPAL sebesar 50 MWp.

Langkah Konkret Pengurangan Emisi dan Sertifikasi Internasional

Kenaikan penghindaran emisi sebesar 37 persen pada kuartal I 2026 didukung oleh tiga inisiatif utama: pemanfaatan kembali panas buang (waste heat recovery), penggunaan biosolar, dan penerapan teknologi gasifikasi batu bara. Perusahaan juga tengah mengembangkan Energy Management System yang selaras dengan standar ISO:50001 untuk memastikan efisiensi energi lebih terukur dan berkelanjutan.

Di sisi tata kelola, Harita Nickel telah memasuki tahap corrective action dalam evaluasi kinerja berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA). Perusahaan juga bersiap menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module sebagai bagian dari penguatan standar ESG dan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab.

"Di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin menantang, perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan daya saing jangka panjang," tutup Lukito.

Komitmen pengurangan emisi karbon ini sejalan dengan target net zero emission perusahaan pada 2060. Dengan integrasi bisnis dari tambang hingga pabrik pengolahan, Harita Nickel optimistis bisa menjaga produktivitas dan ketahanan usaha di tengah gejolak industri nikel global.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks