Pencarian

Pelindo Resmi Operasikan Layanan Alih Muat di Perairan Nipa, Incar Dominasi Jalur Selat Malaka

Selasa, 26 Mei 2026 • 16:23:01 WIB
Pelindo Resmi Operasikan Layanan Alih Muat di Perairan Nipa, Incar Dominasi Jalur Selat Malaka
Pelindo resmi meluncurkan layanan alih muat antarkapal di perairan Nipa, Kepulauan Bangka Belitung.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Selat Malaka selama ini dikenal sebagai urat nadi perdagangan global yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan. Ribuan kapal internasional melintas setiap tahunnya, menciptakan permintaan besar akan layanan alih muat antarkapal atau ship to ship transfer (STS).

Sayangnya, selama bertahun-tahun Indonesia lebih banyak menjadi jalur lintasan ketimbang penyedia jasa. Kini, melalui Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) yang berlokasi di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Pelindo ingin mengubah posisi tersebut.

Layanan Apa Saja yang Ditawarkan?

Dalam pengoperasian tahap awal ini, Pelindo menyiapkan tiga layanan utama. Pertama, layanan alih muat antarkapal (STS) yang memungkinkan pemindahan kargo dari satu kapal ke kapal lain tanpa harus merapat ke pelabuhan. Kedua, pelayanan kapal biasa, dan ketiga, layanan floating storage atau penyimpanan terapung.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa seluruh layanan akan dijalankan sesuai standar keselamatan internasional. “Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Target ke Depan

Kehadiran NTAA diyakini mampu menangkap nilai ekonomi yang selama ini mengalir ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang lebih dulu menguasai bisnis STS di Selat Malaka. Dengan lokasi geografis Indonesia yang strategis, Pelindo optimistis bisa bersaing dalam ekosistem layanan maritim global.

Achmad menambahkan, “Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama dunia yang memiliki posisi sangat strategis dalam perdagangan global. Sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar.”

Ke depan, Pelindo akan terus mengembangkan infrastruktur pendukung operasional NTAA secara bertahap. Perusahaan juga menggandeng Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan operasi berjalan aman dan optimal.

Soft launching ini menjadi sinyal bahwa BUMN kepelabuhanan serius masuk ke bisnis maritim bernilai tambah tinggi. Jika berjalan mulus, bukan tidak mungkin NTAA akan menjadi hub baru yang mengubah peta persaingan jasa kepelabuhanan di kawasan Asia Tenggara.

Bagikan
Sumber: amp.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks