Pencarian

French Open 2024: Heat Dome Paris Keringkan Lapangan, Pemain Top-Spin Berebut Adaptasi

Rabu, 27 Mei 2026 • 04:33:02 WIB
French Open 2024: Heat Dome Paris Keringkan Lapangan, Pemain Top-Spin Berebut Adaptasi
Heat dome di Paris mengubah karakter lapangan French Open 2024 menjadi lebih cepat dan kering.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Fenomena "heat dome"—udara panas Afrika Utara yang terjebak tekanan tinggi di Eropa Barat—tidak sekadar menguras fisik. Dampak paling tajam justru mengubah karakter permainan. Lapangan yang lebih keras dan kering membuat bola meluncur lebih cepat, memantul lebih tinggi: berkah bagi segelintir pemain, kutukan bagi lainnya.

Lapangan Cepat: Senjata Ganda yang Memecah Belah

Petenis dengan pukulan topspin berat langsung menuai mimpi. Bola memantul tinggi keluar dari jangkauan lawan menjadi keuntungan mutlak. "Saat pertama tiba, suhu 14 derajat—dingin sekali. Sekarang panas membara, bola terbang dan semuanya jauh lebih cepat," ujar Sabalenka, petenis nomor satu dunia.

Sebaliknya, pemain pukulan datar seperti Daniil Medvedev justru tersiksa. Mantan nomor satu dunia itu mengakui gayanya tidak cocok di Roland Garros. "Saya tahu kenapa saya tidak bermain terbaik di sini, tapi jika saya katakan, itu akan jadi alasan. Jadi saya simpan sendiri," katanya usai tersingkir di babak pertama.

Tsitsipas Lihat Peluang, Sinner Waspadai Fisik

Stefanos Tsitsipas, runner-up 2021 yang kini terpuruk di peringkat 79, justru mendulang harapan. "Panas memberi saya sedikit keunggulan ekstra. Ini membuat bola saya lebih hidup dan kekuatan saya teramplifikasi," ucap petenis Yunani itu. Iga Swiatek, juara bertahan empat kali, juga diuntungkan karena gaya bermainnya—mirip Rafael Nadal—mengandalkan topspin dan pantulan tinggi.

Jannik Sinner menjadi sorotan. Petenis Italia nomor satu itu difavoritkan berat setelah sukses di Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Namun, masalah fisik di cuaca panas bukan hal baru. Ia sempat kram parah di Australian Open saat suhu mendekati 40 derajat. Tak heran, pertandingan perdananya dijadwalkan pada sesi malam yang lebih sejuk.

Aturan Panas Ekstrem: Belum Pernah Ada Pertandingan Dihentikan

Meski suhu menyengat, French Open belum pernah menghentikan pertandingan karena panas. Panitia memantau suhu melalui sensor bola basah di dua lapangan. Jika ambang batas 32,2 derajat Celcius tercapai, istirahat 10 menit bisa diberikan—setelah set kedua untuk wanita dan set ketiga untuk pria. Jika terus naik, pertandingan bisa ditunda.

Sejauh ini, aturan tersebut belum diberlakukan. Namun, hampir semua pemain menggunakan kantong es dan kipas portable berteknologi tinggi untuk mendinginkan tubuh. Daria Kasatkina dari Australia mengaku sangat berat secara fisik. "Kamu bisa tiba-tiba bangun dari bangku dan merasa fokusmu hilang. Ini pertempuran yang harus kamu menangkan juga," katanya.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks