KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jasa Marga mengoptimalkan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi selama periode mudik kali ini. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, menyatakan pihaknya mengerahkan sistem JMTC (Jasa Marga Traffic Control) untuk mengelola arus kendaraan secara real time.
"Jasa Marga mengoptimalkan teknologi JMTC untuk mendukung pengelolaan lalu lintas secara real time selama periode libur panjang ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).
Mayoritas Pemudik Pilih Jalur Timur: Trans Jawa dan Bandung
Dari total kendaraan yang keluar, distribusi arus lalu lintas terbesar mengarah ke Timur. Sebanyak 218.225 kendaraan atau 46,5 persen melaju menuju arah Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, 135.842 kendaraan (28,9 persen) menuju arah Barat, yakni Merak, dan 115.252 kendaraan (24,6 persen) bergerak ke arah Selatan menuju kawasan Puncak.
Data ini dihimpun dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (Bandung), GT Cikupa (Merak), dan GT Ciawi (Puncak).
Mengapa Lonjakan Ini Terjadi?
Libur panjang Iduladha tahun ini bertepatan dengan akhir pekan, memberikan kesempatan bagi warga Jabodetabek untuk melakukan perjalanan darat. Lonjakan signifikan di jalur timur mengindikasikan bahwa mayoritas pemudik memilih Pulau Jawa bagian tengah dan timur sebagai tujuan, baik untuk mudik maupun liburan.
Dengan peningkatan volume kendaraan sebesar 14,65 persen dari kondisi normal, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk mengecek kondisi kendaraan dan memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy atau kanal resmi Jasa Marga.