TANJUNGPANDAN — Bupati Belitung Djoni Alamsyah meresmikan dua fasilitas baru di kawasan Belitung City Club, Tanjungpandan, Senin. Keduanya adalah ballroom serbaguna dan Altar Kelenteng Pak Kung yang dikenal warga sebagai Tapekong.
Djoni menyebut perpaduan antara fasilitas modern dan situs ibadah itu bukan sekadar pembangunan fisik. "Bangunan ini merefleksikan bagaimana keberagaman bisa berjalan beriringan dengan kemajuan pembangunan ekonomi dan pariwisata," ujarnya dalam sambutan.
Altar Tapekong Jadi Penanda Kerukunan Beragama
Menurut Djoni, Altar Tapekong memiliki nilai penting dalam menjaga keberagaman budaya dan harmoni masyarakat Belitung. Ia menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama menjadi modal utama membangun daerah.
"Kita patut bersyukur bahwa Belitung tumbuh sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan semangat kebersamaan dalam keberagaman," kata Djoni.
Integrasi Fasilitas untuk Pariwisata Berkualitas
Djoni menjelaskan bahwa penggabungan ballroom dan altar kelenteng merupakan strategi matang untuk mendukung arah baru pariwisata daerah. Konsep ini mengedepankan pariwisata berkualitas (quality tourism), keberlanjutan, dan penguatan ekonomi kreatif.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk menangkap peluang di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), acara budaya, hingga sport tourism. "Kita harus mampu menangkap peluang di mana sebuah daerah tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi menjadi ruang yang menghadirkan aktivitas, pengalaman, dan perputaran ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
BUMD Diminta Bergerak Cepat dan Profesional
Djoni mengingatkan bahwa visi pariwisata dan investasi tidak akan tercapai tanpa kerja sama yang solid. Ia meminta PT Belitong Mandiri (Perseroda) sebagai BUMD untuk bergerak cepat, profesional, dan melahirkan terobosan yang berdampak langsung pada kantong warga.
"Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Mari kita terus berkolaborasi. Semoga Ballroom dan Altar Tapekong ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi salah satu simbol kemajuan serta keharmonisan Kabupaten Belitung," pungkas Djoni.